Tiga Hotspot Terdeteksi di Bengkalis

Tiga Hotspot Terdeteksi di Bengkalis

BENGKALIS (riaumandiri.co)–Sebanyak 11 titik panas terdeteksi di Riau, Jumat (1/4). Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 hotspot ada di Kabupaten Bengkalis. BPD Damkar Bengkalis sendiri sampai saat ini hanya memastikan ada dua hotspot yang memang terjadi kebakaran di lapangan.

Pantauan satelit Terra, ketiga hotspot tersebut, masing-masing ada di Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan, Desa Tasik Serai Kecamatan Mandau dan Desa Gurun Panjang Kecamatan Bukitbatu. Masing-masing hotspot ini terdeteksi dengan tingkat kepercayaan diangka 53.

 Kepala BPD Damkar Bengkalis melalui Kabid Damkar Suiswantoro mengatakan, untuk Desa Tasik Serai dan Desa Kembung Luar tepatnya Desa Kembung Baru, memang terjadi kebakaran dan sedang diupayakan pemadaman.

Sementara, untuk Gurun Panjang, walaupun dalam data setelit berada di Kabupaten Bengkalis, tapi sebenarnya berada di Dumai.

 “Untuk Kembung Baru ini, sebagaimana saya sampaikan kemarin, terjadi di areal perusahaan PT RRL dan pihak perusahaan sedang berusaha melakukan pemadaman,” kata Suis
 Terkait kebakaran di Tasik Serai Kecamatan Mandau, Suis mengatakan beberapa hari lalu memang dirinya mendapat laporan secara lisan adanya kebakaran di lokasi tersebut. “Informasi yang saya terima tim pemadan kebakaran dari pihak kecamatan dan desa sudah turun. Namun apakah api sudah padam atau belum, belum ada informasi lanjutan,” kata Suis.

 Selain hotspot sebagaimana terdeteksi oleh satelit Terra, Suis mengatakan ada kebakaran kecil di beberapa titik. Tim reaksi cepat langsung bergerak ke lapangan dan melakukan pemadaman. “Kita harus bergerak cepat agar api tidak makin membesar. Kalau sudah besar, maka akan sulit dipadamkan,” kata Suis.

Mantan Kassubag Pemberitaan Humas Setkab Bengkalis ini kembali
mengingatkan seluruh lapisan masyarakat terutama para pemilik lahan, untuk tidak melakukan pembakaran baik ketika membuka lahan perkebunan baru maupun saat membersihkan lahan.

“Dua minggu terakhir kondisi cuaca kembali panas, kondisi seperti ini sangat mudah terjadi kebakaran terlebih di lahan gambut. Untuk itu, kami kembali menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak membakar atau memerun, karena dampaknya akan sangat berbahaya,” harap Suis. (man)