Wujudkan Pembangunan di Pekansikawan

Progres Pembangunan Jalan Lingkar Luar 40 persen

Walikota Pekanbaru H Firdaus melakukan kunjungan kerja sekaligus melakukan peninjauan ke lokasi jalan lingkar, baru-baru ini.
PEKANBARU (riaumandiri.co)-Program pembangunan kawasan perkotaan Pekanbaru,Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan) yang dicanangkan WaliKota Pekanbaru, Dr H Firdaus, akan segera terwujud. Saat ini pengerjaan pembangunan jalan diperbatasan sudah mulai dilaksanakan dengan konsep jalan lingkar luar, dengan progres pembangunan mencapai 40 persen.
 
Pekansikawan adalah suatu program strategis dari Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mewujudkan pengembangan kawasan Perkotaan di empat daerah di Provinsi Riau. Memandang jalan lingkar luar merupakan kebutuhan Kota Pekanbaru secara khusus untuk pembangunan yang berkesinambungan. Diharapkan menjadi pengembangan kawasan strategis bagi Riau dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, dalam skala besar bertujuan meningkatkan perekonomian Nasional.
 
" Kita tidak bermimpi, seluruh kawasan di Kota Pekanbaru akan terbuka, tidak ada lagi yang terisolasi untuk memberikan jangkauan transportasi cepat bagi masyarakat Kota Pekanbaru dan kawasan perbatasan. Mudah-mudahan  tahun ini, jalan lingkar luar sudah rampung dan bisa difungsikan. Tinggal lagi peningkatan pembangunan di bidang lain seperti, transportasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya," kata walikota.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Binamarga dan Sumber Daya Air Pekanbaru, Zulkifli Harun, mengatakan, untuk progres pembangunan empat jalan lingkar luar sudah diatas 40 persen, angka itu sudah mencapai target tahun anggaran berjalan. " Di Jalan Okura lintas tol Pekanbaru- Dumai sesuai target akan dibangun sepanjang 14,5 km, kini sudah terealisasi lebih dari 40 persen," kata Zulkifli.
 
Dia menyebut, Pemko Pekanbaru telah menetapkan proses pembangunan empat ruas jalan lingkar luar dalam kurun dua tahun yakni, Tahun Anggaran 2015 dan 2016. Tahap pertama 2015, pengerjaan dimulai dari proses Konsolidasi tanah (KT,) hingga pembukaan badan jalan dengan lebar yang ditentukan.
 
Dalam proses pembangunan berjalan dengan sistem KT, Zulkifli mengaku bukan tak menemukan kendala di lapangan, namun berkat kerjasama tim yang solid didukung kesadaran masyarakat sekitar, khususnya pemilik lahan, proses pembangunan bisa berjalan lancar.
 
Dengan dibangunnya jalan lingkar luar di empat titik itu, nantinya, daerah yang selama ini terisolasi bisa terbuka dan memiliki akses ke wilayah lain dan pusat perkotaan. Hasil pertanian juga bisa dipasarkan lebih dekat yang otomatis akan menaikkan nilai jual lebih tinggi.
 
Sedangkan kontribusi terhadap pemerintah, jelas memberikan akses baru yang akan mengurai kemacetan karena terhindar dari truk bertonase berat memasuki kawasan perkotaan, sehingga berdampak baik terhadap perawatan jalan.
"Kami optimis semua program pembangunan lingkar luar akan terealisasi sesuai target," tuturnya.  
  
Empat titik lokasi pembangunan jalan lingkar luar itu terdiri dari, Jalan Badak Lintas Timur dengan panjang mencapai 3,6 km, akses jalan Okura, Lintas tol Pekanbaru-Dumai, panjang 14,5 km. Kemudian, disisi lain, ada Lintas Timur arah Kampar, panjang 4,2 km. Selanjutnya, Jalan Teluk Lembu, ke Kawasan Industri Tenayan (KIT), termasuk ke lokasi perkantoran baru Pemko, dengan panjang 5,8 km.(adv)


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar