Dianggarkan Miliaran Tiap Tahun

Setiap Hujan, Jalan Gajah Mada Jadi Sungai

Ilustrasi

DURI (HR)- Saat curah hujan tinggi, Jalan Gajah Mada kilometer 11, jalan ini merupakan batas dua kecamatan, yaitu, Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, mendadak menjadi sungai. Pasalnya, air yang turun terlalu lambat mengalir, karena disisi jalan tersebut tidak memiliki parit.

Informasimnya, setiap tahun Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus menganggarkan miliaran rupiah untuk membenahi infrastruktur di Jalan Gajah Mada. Tapi, apa gunanya jika infrastruktur miliaran rupiah itu tidak bisa digunakan masyarakat. Juga mampu membuat masyarakat terisolasi dari dunia luar.

Tahun 2015, kembali dianggarkan sekitar Rp7 miliar, untuk pengerjaannya infrastruktur Jalan Gajah Mada. Meskipun sudah selesai 100 persen, kondisinya saat ini rusak parah. Meskipun sudah berulang kali diperbaiki.

"Kerusakannya parah, sudah seperti kubangan dan sungai saja. Padahal baru saja diperbaiki, mungkin karena saluran airnya (parit, red) yang tidak ada. Ditambah lagi curah hujan saat ini cukup tinggi," kata Lurah Talang Mandi, Nur Islami, Rabu (16/12).

Masyarakat setempat sebelumnya sempat berinisiatif untuk melakukan perbaikan dengan dana swadaya, terangnya. "Kalaupun memang mau menjalankan ide itu, sebaiknya dirundingkan dahulu dengan Ketua RT setempat. Agar kedepannya tidak timbul masalah. Selain itu kami mewakili masyarakat setempat, meminta kepada dinas terkait agar dapat menanggapi satu titik yang rusak tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandau, Luthfi Hendra saat dikonfirmasi GoRiau.com, tidak membantah hal itu. Dikatakannya, saat ini sejumlah alat berat sudah berada dilokasi jalan yang rusak itu. "Ketika cuaca memungkinkan, jalan itu akan kembali diperbaiki," imbuh Luthfi dengan singkat.(gor/ivi)


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar