SBY dan Amien Rais: Pilih MK-FB

SBY dan Amien Rais:  Pilih MK-FB

PADANG (HR)- Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Ketua MPR RI Amien Rais mengajak masyarakat Sumatera Barat memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FB) di Pilkada Gubernur Sumbar, 9 Desember mendatang. Keduanya menilai MK-FB telah banyak pengalaman memimpin daerah dan keberhasilannya juga sudah dirasakan masyarakat.

Ajakan Ketua Umum Partai Demokrat SBY untuk memilih MK-FB disampaikan melalui rekaman yang diperdengarkan di hadapan belasan ribu massa yang menghadiri Kampanye Akbar MK-FB, Sabtu (27/11) di Lapangan Imam Bonjol Padang.

Rekaman itu diputarkan dua kader Demokrat yang kini menjabat anggota DPR, yakni Mulyadi dan Darizal Basir, usai berorasi.Begitu SBY menutup pidatonya dengan menyebut dukungannya kepada MK-FB, massa pun menyambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan.

Sedangkan dukungan dan ajakan Ketua MPP PAN Amien Rais untuk memilih MK-FB disampaikan secara langsung saat menghadiri silaturahmi dengan warga Aisyiyah dan Muhammadiyah Kota Padang di Hotel Basko, Minggu (28/11). Acara yang digelar dalam rangka pemenangan MK-Fauzi itu ikut dihadiri MK-Fauzi dan anggota DPR RI asal Sumbar yang juga Ketua DPW PAN Sumbar, Asli Chaidir. Ratusan warga Aisyiyah dan Muhammadiyah yang mengikuti acara itu, mendengarkan nasihat Amien dengan seksama.

Berikut ini transkrip pidato SBY.; Saudara-saudara yang saya cintai. Tanggal 9 Desember 2015 nanti, saudara-saudara kembali memilih gubernur dan wakil gubernur. Pilihlah pasangan yang mampu memimpin dan memajukan daerah ini. Pemimpin yang sungguh peduli dan benar-benar mencintai rakyat dan pemimpin yang bekerja tak kenal lelah untuk meningkatkan taraf hidup saudara-saudara semua.

Pilihlah pemimpin yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mengurangi kemiskinan. Ketika ekonomi nasional sedang mengalami penurunan seperti sekarang ini, pilihlah pemimpin yang bisa menstabilkan harga-harga, utamanya harga kebutuhan pokok, serta mencegah terjadinya PHK.

Pilihlah pemimpin yang mampu meningkatkan pendidikan dan kesehatan rakyat, termasuk menggratiskan biayanya bagi mereka yang tidak mampu.  Saya yakin, saudara-saudara juga menginginkan daerah ini aman dan masyarakatnya rukun, serta hukum ditegakkan secara tegas dan adil, tidak tebang pilih. Karenanya, pilihlah pasangan gubernur dan wakil gubernur yang bisa menegakkan hukum, keamanan dan keadilan bagi semua warga masyarakat.

Satu hal lagi, kita semua pasti tidak suka kepada calon pemimpin yang suka obral janji, termasuk janji-janji yang tidak bisa ditepati. Karena itu jangan pilih calon pemimpin yang pandainya hanya berjanji dan terus berjanji. Kepada gubernur dan wakil gubernur yang insyaallah terpilih nanti, penuhi harapan rakyat ini. Bekerjalah sekuat tenaga dan jalankan pemerintahan dengan benar. Berikan pula, dan bukan hanya janji.

Dengan semua itu, saya SBY, yang pernah sepuluh tahun memimpin dan menjalankan pemerintahan di negeri ini, meyakini, pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar, mampu memimpin Sumatera Barat. Coblos nomor 1.

Saat rekaman ini diperdengarkan di Lapangan Imam Bonjol, massa kampanye yang semula bersorak-sorai menyerukan dukungan terhadap MK-Fauzi, terdiam seketika saat mendengar rekaman suara SBY dan menyimaknya dengan baik. Setelah rekaman selesai diputar, gemuruh tepuk tangan membahana di tengah hujan deras itu.

Sewaktu menjadi presiden selama dua periode, SBY sering berkunjung ke Sumbar.  Dia sudah empat kali ke Bukittinggi dan delapan kali ke Kota Padang. SBY juga merupakan sosok yang dicintai masyarakat Sumbar. Terbukti dengan tingginya perolehan suara SBY pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009. Pada Pilpres 2004, SBY – JK meraih 60,42 persen suara dibandingkan pasangan calon presiden lain. Sedangkan pada Pilpres 2009, SBY-Boediono meraih 79,9 persen suara dibandingkan pasangan calon presiden lain.
Semasa SBY pula, putra-putra terbaik Minangkabau banyak yang dipercaya menjadi menteri. Pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I sejumlah nama orang Minang yang menjadi menteri di antaranya, Yusril Ihza Mahendra, Fahmi Idris, Bachtiar Chamsyah dan Meutia Hatta. Sedangkan pada KIB Jilid II, yakni Gamawan Fauzi, Patrialis Akbar, M Chatib Basri, M Lutfi, Tifatul Sem¬biring dan Musliar Kasim.

Amien: Pilih MK-Fauzi

Menurut Amin Rais, membangun daerah bukan hanya tugas kenegaraan, melainkan juga tugas keagamaan. Melakukan perubahan bukan hanya tugas penguasa saja, tapi tugas semua pihak, termasuk masyarakat. Akan tetapi, untuk membangun membawa perubahan daerah dengan cepat hanya bisa dilakukan oleh pemimpin, seperti anggota dewan dan kepala daerah.
 
“Persoalan yang dihadapi bangsa kita kini seperti kemiskinan, pengangguran, perusakan lingkungan dan sebagainya. Wartawan menulis berita kritik tajam, mahasiswa berunjuk rasa kepada pemerintah atas persoalan itu, tapi itu sebatas upaya saja karena yang bisa melakukan perubahan cepat itu adalah pemimpin,” tuturnya.  

Oleh karena itu,  Amien mengajak masyarakat Sumbar untuk berpartisipasi pada Pilgub 9 Desember 2015 nanti untuk memilih pemimpin, karena memilih pemimpin adalah tugas masyarakat sebagai warga negara dan umat beragama.

Demikian juga dengan menegakkan agama dan meneguhkan akidah. Peran pemimpin eksekutif lebih besar dibandingkan peran yang lain seperti ustad dan ulama. Uztad dan ulama hanya bisa mengimbau masyarakat dengan ceramah di masjid, melalui media massa. Akan tetapi, pemerintah bisa melakukan tindakan nyata.

Amien lalu mencontohkan tindakan nyata yang dilakukan Fauzi Bahar saat memimpin Kota Padang selama 10 tahun. Amien mencermati, Fauzi berhasil melakukan pembangunan keagamaan di Padang, seperti program membaca Asmaul Husna, pesantren Ramadan dan wirid remaja di masjid, busana muslim, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Ketua Dewan Kehormatan PAN ini sengaja datang jauh-jauh dari Yogyakarta ke Padang, untuk mengimbau masyarakat Sumbar untuk memilih pasangan MK-Fauzi karena Amien telah mengenal benar sepak terjang dua calon itu.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Padang, Maigus Nasir menyampaikan, beberapa hari yang lalu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan kepada Maigus bahwa kalau ada kader Muhammadiyah yang menjadi calon kepala daerah, wajib untuk didukung dan dimenangkan. MK-Fauzi adalah kader Mummadiyah sejak lama. Oleh karena itu, sesuai instruksi Haedar Nashir tersebut, warga Mummahdiyah wajib mendukung MK-Fauzi.

Dalam acara itu juga hadir Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Padang Masni Bujang, Wakil Ketua DPW PAN Sumbar dan Wakil Ketua DPRD Sumbar Guspardi Gaus, paguyuban masyarakat Sunda wilayah Sumbar, dan guru-guru sekolah Muhammadiyah mulai dari tingkat TK hingga SMA di Kota Padang.


Tidak hanya itu, dukungan untuk pasangan MK-FB jga datang dari mantan Bupati Pesisir Selatan (Pessel) dua periode (1995-2005), Darizal Basir. Saat berorasi dalam kampanye akbar  MK-FB, Darizal Basir bersama Mulyadi yang kini menjabat anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, mengatakan, alasannya mendukung MK-FB karena ingin nilai-nilai budaya Minangkabau diterapkan kembali di Sumbar. Selama ini nilai-nilai budaya tersebut ia lihat memudar di tengah masyarakat.

Darizal juga mengakui ia diinstruksikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk memenangkan MK-FB.  Untuk itu, Darizal mengimbau masyarakat Sumatera Barat, untuk memilih MK-FB pada Pemilu 9 Desember nanti.

Dalam kampanye tersebut, hadir juga Is Anwar, pengusaha nasional dari Pesisir Selatan yang sukses di Jakarta. Perantau yang menjadi Ketua Umum Masyarakat Minangkabau (BK3AM), di Jakarta ini menghadiri kampanye untuk mendukung MK-FB. Is Anwar yakin kriteria pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Sumbar ada pada sosok MK-FB. (h/dib)