fasum dirusak massa blokir jalan sudirman

Peserta Kongres Bikin Rusuh

Kader HMI asal Makasar melampiaskan kekesalannya dengan melakuka blokir jalan dan bakar ban di depan GOR gelanggang Remaja, tadi malam. Aksis ini sangat menganggu ketertiban masyarakat.

Pekanbaru (HR)-Aksi blokade jalan yang dilakukan sejumlah kader HMI asal Makasar di depan GOR Gelanggang Remaja, membuat suasana Kota Pekanbaru menjadi rusuh, hingga malam kemarin.

Hal ini dilakukan para mahasiswa tersebut, karena kecewa dengan pelayanan yang diberikan Panitia. Mengingat setibanya rombongan dari Jakarta, tak ada fasilitas penginapan bagi seluruh anggota rombongan.
Kehadiran ribuan kader HMI ini, ternyata mulai dirasakan mengganggu kenyamanan masyarakat di Pekanbaru dan Rengat Barat.

Peserta
Ulah ratusan kader HMI memblokade jalan Sudirman, tepatnya di depan GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru, kemarin, menimbulkan kemacetan. Aksi ini membuat dan pengguna jalan menjadi terganggu, karena tak sedikit diantara mahasiswa ini membentak masyarakat yeng lewat.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Pirka Maulana, turut menjadi korban bentakan kader HMI tersebut. Bahkan mobil yang dikendarainya, sempat  dipukul-pukul.

"Apa yang dilakukan oleh kawan-kawan HMI sudah keterlaluan, mereka memblokade jalan dan mengganggu ketertiban masyarakat. Seharusnya mereka tidak melakukan tindakan yang mengundang kemarahan masyarakat Riau," ujar Pirka.

Sebagai mahasiswa dan aktifis, Firka meminta kepada peserta Kongres untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban di Bumi Lancang Kuning. Jangan korbankan masyarakat karena ulah peserta Kongres.

"Jangan pancing mahasiswa dan aktifis terpancing dengan ulah peserta kongres yang menyakiti masyarakat. Dan kami juga meminta agar peserta HMI meminta maaf atas kejadian ini. Saya juga meminta kepada kawan-kawan HMI dari Sabang sampai Merauke untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya Kongres," ungkap Pirka.

5000 Peserta

Sementara itu, Ketua Umum Badko HMI Riau Kepri, Munawir Mattareng, mengatakan, apa yang dilakukan oleh peserta kongres HMI dari daerah lain, wujud dari kegembiraan peserta berada di Riau.

Dan panitia telah berkoordinasi dengan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan kemanan selama berada di Riau.

"Selaku tuan rumah kita berupaya semaksimal mungkin untuk berkoordinasi dengan kawan-kawan dari Indonesia Timur. Dan kota juga sudah meminta semua kongres dan sudah ada rekomendasinya untuk sama-sama menjadikan Kongre di Riau menjadi baik," ujar Munawir.

Dijelaskannya, selama penyelenggaraan Kongres, panitia juga sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Agar selama pelaksanaan Kongres, keamanan tetap terjaga, baik bagi peserta maupun masyarakat Riau.

"Akan ada 5000 peserta selama Kongres ini, tentunya kami sudah berkoordinasi dengan pihak kemananan," jelasnya.

Tinggalkan Tagihan

Sebelumnya, rombongan aktifis rombongan HMI dari Makasar ini juga meninggalkan tagihan puluhan juta rupiah ketika makan di Rumah Makan Umega, Kota Lama kecamatan Rengat Barat Indragiri Hulu.

Rombongan yang berjumlah ratusan tersebut langsung pergi setelah mereka menyantap habis makanan yang disediakan di salah satu rumah makan tertua di Inhu tersebut.

Pengelola Rumah Makan yang berada di lintas Timur Sumatera tersebut tentunya sangat kecewa dengan tindakan kaum yang mengaku kaum intelektual tersebut.

Deddi, penanggungjawab atas Rumah Makan Umega mengungkapkan kerugian mereka atas kejadian ini mencapai 12 juta lebih jika di hitung modalnya, namun jika dihitung keuntungan bisa mencapai 20 juta lebih.

Pengelola rumah makan ini mengaku terpaksa tidak menagih karena sejunlah orang mengancam akan melakukan tindakan anarkis. Menurutnya tindakan yang dilakukan para aktifis mahasiswa tersebut sungguh tidak terpelajar.

Deddi kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. Menurut Deddi mereka mengalami kerugian sebesar 12 juta Rupiah.

"Kalau dihitung modalnya saja, maka mereka menghabiskan sebesar 14 juta Rupiah, namun karena sebagian yang membayar maka total kerugian kita mencapai 12 juta lebih," ucap Deddi.

Deddi menjelaskan bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa, oleh karena itu pihaknya lebih menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian.

"Sementara kita ingin mereka menyelesaikan masalah ini secara persuasif dulu, namun bila mereka tidak menanggapi kita akan melaporkan ini ke pihak berwajib," ucap Deddi.

kepolisian setempat. Menurut Kapolsek Rengat Barat, Kompol Frangky Hutabarat membenarkan bahwa adanya kejadian tersebut.

"Kita mendapat laporan dari pengelola rumah makan, namun setibanya kita di sana rombongan sudah meninggalkan lokasi," ucap Frangky.

Namun, Frangky berkata hingga kini belum ada laporan resmi dari pihak pengelola rumah makan. Atas kejadian ini, Frangky berharap agar kiranya bisa diselesaikan secara persuasif antara kedua belah pihak.

"Saya menyarankan agar koordinator lapangan dari teman-teman HMI segera menuntaskan permasalahan ini dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak Rumah Makan Umega, saya kira hal ini tidak sulit untuk dilakukan," ucap Frangky. ***


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar