Akibat Flu Burung, Ratusan Ayam Kampung Mati Mendadak

Peternak Merugi dan Putus Asa

Peternak Merugi dan Putus Asa

Warga yang memiliki ayam kampung atau bangkok di kecamatan di Kabupaten Siak, seperti Goto Gasib, Siak, Bungaraya dan Sabak Auh saat ini mengalami kerugian. Pasalnya, flu burung merembet kemana- mana, hingga dalam hitungan satu malam ternak milik warga habis mati mendadak.

Mereka mati dengan cara mengenaskan dengan ciri-ciri mata bengkak, ngorok dan muntah darah. Setelah mati badan ayam membiru seperti habis terserang bisa. "Ternak saya habis semua bang, dari yang dewasa hingga yang masih anak-anak semuanya mati tak tersisa. Herannya, ayam tersebut pagi tadi masih sehat dan berkokok, tapi sore ini sudah mulai melemas, dan pasti besok mati.

 Begitulah setiap hari ayam milik saya mati secara berjamaah," kata Wasidi (28) warga Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Minggu (24/10).

Lanjut Wasidi, di kampungnya sudah mulai terserang penyakit ayam, hingga beberapa ayam bangkok kesayangannya yang dibeli dengan harga 1 ekor jutaan rupiah terpaksa dititipkan di rumah saudaranya yang jauh dari kampungnya. Namun sayangnya sesampai di sana, ayam tersebut mati dan menular hingga peliharan burung milik saudaranya juga tewas.

"Karena di kampung ini sudah mulai musim penyakit, ayam saya titipkan ke tempat saudara. Tapi sesampai di sana, dalam satu malam ayam saya mati dan peliharaan burung milik saudara saya juga ikut mati, pokoknya ampun," ungkapnya dengan nada binggung.

Hal denada juga diungkapkan Iwan, warga Bungaraya yang saat ini sedang banyak mengubur ternakannya gara-gara penyakit ayam (flu burung). "Barusan saja saya menggubur puluhan ekor ayam ternakan saya, entah penyakit apa namanya saya kurang tahu. Yang jelas dalam hitungan jam atau hari, ternak ayam saya habis mati mendadak," ungkapnya.

"Kita berharap kepada dinas terkait kalau bisa memberikan solusi kepada masyarakat akan pencegahan atau pengobatan ternak ayam yang terserang penyakit. Agar masyarakat bisa nyaman dan berhasil dalam beternak," harapnya.

Prastio, warga Koto Gasib juga mengatakan, bukan saja di Kecamatan Bungaraya dan Sabak Auh saja yang terkena musim penyakit, tetapi di daerahnya juga sudah musim sehingga ternaknyapun sekarang habis.

"Ternak saya sekarang sudah habis Bang, sudah beberapa minggu yang lalu ternak saya terserang penyakit aneh itu. Rasanya jadi malas mau ternak ayam-ayam bagus untuk dijual, karena penyakit tersebut tidak ada obatnya. Pernah juga orang menyarankan kalau ayam ngorok, flu disuruh kasih tenta clor (obat ayam), tapi bukannya sembuh, malam cepat matinya. Pokoknya ampun dah," ungkapnya.***