Partikel Debu Kabut Asap Berbahaya

Penderita ISPA di Pekanbaru 6.023 Kasus

Penderita ISPA di Pekanbaru 6.023 Kasus

PEKANBARU (HR)-Walikota Pekanbaru, Firdaus, menyatakan, kualitas udara di Kota Pekanbaru masih membahayakan kesehatan. Sementara itu berdasarkan data di Dinas Kesehatan Pekanbaru, jumalh penderita ISPA sudah mencapai 6.023 kasus.
"Partikel debu akibat kabut asap sagat berbahaya, karena diantara partikel itu ada yang mengandung zat besi. Kondisi ini jika di hirup sangat berdampak kepada perkembangan otak. Meski dampaknya tidak sekarang, namun 10 hingga 20 tahun nanti baru akan dirasakan, itu sangat berbahaya," kata Wako.
Ia juga mempertegas agar masyarakat tetap menggunakan masker saat melakukan kegiatan di luar rumah, terutama yang memiliki anak kecil atau balita .Bila tidak terlalu penting jangan dibawa keluar rumah, Kalaupun misalnya harus keluar rumah sebaiknya dilengkapi dengan masker.Mengingat anak kecil atau balita rentan sekali terkena penyakit terhadap gangguan saluran pernafasan.
"Kalau misalnya kabut asap terlalu pekat, lebih baik Kita berdiam diri di rumah, tapi kalau aktivitas yang sifatnya penting baru keluar rumah. Sangat dikhawatirkan
Penderita
bila kabut asap ini terjadi dalam waktu yang lama, apalagi sumber api saat ini masih ada yang belum padam. Untuk itu harus bisa menjaga kesehatan dengan sebaiknya," tegas Firdaus.
Sementara itu, Rinaldi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyatakan hal yang sama dengan yang disampaikan walikota, bahwa dampak dari kabut asap sangat berbahaya.
Saat ini saja, penderita penyakit Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Pekanbaru hingga per 20 September sudah mencapai diangka 6023 kasus. Artinya bila dihitung telah terjadi peningkatan 500 persen sejak bulan Juni lalu.
"Untuk itu, kita harus menjaga kesehatan, kalau dalam kondisi kabut asap sepeti ini diharapkan kepada masyarakat agar memperbanyak meminum air putih dan juga memperbanyak makan buah- buahan," harapnya.(her).