DIHADIRI DEPUTI PENGKAJIAN KEBIJAKAN TEKNOLOGI

Sekda Buka Pelaksanaan Monitoring Techno Park

ilustrasi

PELALAWAN (HR)- Bupati Pelalawan HM Harris diwakili Sekretaris HT Mukhlis, Rabu (1/7) membuka Pelaksaan Monitoring dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Program Quick Win Techno Park Pelalawan di Kantor Bappeda lantai II Pangkalan Kerinci. Hadir Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT Tatang A Taufik.

Dalam sambutannya, Sektretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Mukhlis mengatakan, dalam rangka memperkuat daya saing nasional melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan, Kabupaten Pelalawan sejak April 2012 berinisiatif melahirkan kebijakan inovatif dengan membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terpadu dalam satu kawasan berbasis teknologi yakni kawasan teknopolitan.

"Saya menyambut baik pelaksanaan  monitoring serta evaluasi terhadap pelaksanaan Program Quick Win Techno Park. Saya berharap pelaksaan ini memberikan manfaat lebih untuk peninggkatan kemajuannya. Kepada peserta saya selalu berharap agar mereka mampu meningkatkan wawasan serta memanfaatkan memontum ini," harapnya.

Ada tiga pilar dalam suatu kawasan, katanya, pertama peningkatan nilai tambah produk unggulan, kedua mendorong inovasi melalui pengembangan riset dan pusat inovasi serta ketiga peningkatan sumberdaya manusia.

Ditambahkan Kepala Bappeda M Syahrul Syarif, pelaksaan monitoring ini akan akan berlasung selama dua hari.

"Kegiatan ini hanya  belasung dua hari saja. Selain perserta dari pimpinan SKPD Pemkab Pelalawan, dari pihak BPPT yang diwakili sekretaris, serta beberapa orang direktur Bappenas dan  direksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan," sebutnya.

Dia menambahkan, tujuanpertemuan ini, adalah guna mengevaluasi capain yang sudah dilakukan selama ini, sehingga ke depan capaianya lebih disempurnakan lagi.

"Yang menjadi fokus monitoring dan evaluasi adalah kegiatan-kegiatan sampai akhir 2015 maupun kegiatan untuk tahun 2016 mendatang. Untuk tahun 2016, sendiri disamping menambah bangunan fisik yang telah kita mulai serta menambah infrastruktur utama. Tahun 2016 sendiri juga kita menyiapkan calon teknopreneur (pengusaha Berbasis Teknologi) sebagai salah satu juan dari Tecno Park," tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya, dalam rangka mendukung pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan ini, Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Perekonnomian, Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologipada 10 April 2012 telah melakukan pencanangan pembangunan Kawasan Teknopolitan dan Pembangunan Pusat Inovasi Pelalawan. Menindaklanjuti hal tersebut telah dilakukan pembahasan teknis dengan pejabat terkait di masing-masing kementerian dan lembaga pemerintah non kementerian.

"Kita telah lakukan tahap, Masterplan telah disusun oleh BPPT. Pembentukan lembaga pengelola. Melakukan kerjasama dengan Balitbang Pertanian untuk pembangunan Laboratorium Lapang Agroinovasi di Lahan Teknopolitan. Melakukan kerjasama dengan LIPI untuk
pembangunan Kebun Raya Pelalawan di lahan teknopolitan. Membangun jalan utama di dalam kawasan melalui paket Multi Years senilai Rp55.899.000.000. Meningkatkan jalan akses menuju kawasan teknopolitan melalui paket multi yaers senilai Rp93.439.915.494. Membangun kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan melalui paket Multi Years senilai
Rp29.746.400.000. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dengan Kapasitas 30 MW di Mulut Tambang sebagai bagian dari Kawasan Teknopolitan yang saat ini telah operasional dan akan terus ditingkatkan sampai dengan 300 MW," rincinya.(adv/humas)


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar