Riau

Habiskan Dana 2 Miliar

ilustrasi

BANGKOPUSAKO (HR)-Pembangunan pembangkit listrik biogas plan dengan kapasitas 2 mega watt oleh PT Bahana Nusa Interindo (Bani) diperkirakan akan menghabiskan anggaran senilai Rp25 miliar.

Demikian dikatakan Mild Manager PT Bani Hendra didampingi Manager Pabrik Tomy dan Humas Lutvi usai sosialisasi pembangunan pembangkit listrik biogas plan di aula PT Bani, Sabtu (23/5).

Dikatakan Hendra, pembangunan pembangkit listrik ini memanfaatkan gas metana yg dihasilkan dari kolam limbah dari PKS kemudian diolah yang disebut dengan Aeroflow yang pada akhirnya dijadikan utk pembangkit listrik.

"Manfaat pembangkit ini mengurangi polusi udara dengan mengumpulkan Co4, mengurangi efek gas rumah kaca serta ramah lingkungan," beber Hendra.

Selain itu tentu akan menciptakan lapangan  kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang dan meningkatkan keterampilan para karyawan. "Memang untuk pekerjanya tenaga pengoperasiannya di pembangkit ini hanya 8-9 orang yang terdiri dari skill dan nonskill," urai hendra
Bahan bahan ataupun perlengkapan pendukung pembangunan pembangkit listrik terdiri dari bak penampung limbah atau kolam limbah, HDPE (High Density Poly Etilene) membran (penutup Kolam limbah) mesin penyalur listrik (generator) dan alat pendukung lainnya.

"Jika dikalkulasikan USD2.000.000 atau sekitar Rp25 miliar," pungkas Hendra (put)


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar