Pengamat UGM: Program Rice Cooker Gratis Tak Efektif Gantikan LPG 3 Kg

Pengamat UGM: Program Rice Cooker Gratis Tak Efektif Gantikan LPG 3 Kg

RIAUMANDIRI.CO - Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada Dr. Fahmy Radhi menilai wacana pemerintah membagikan 680 ribu penanak nasi atau rice cooker gratis kepada masyarakat tidak efektif menggantikan LPG 3 kg.

"Pembagian rice cooker tidak begitu tepat dianggap sebagai upaya menggantikan gas LPG 3 kg. Bahkan, hampir bisa dibilang tidak dapat menggantikan LPG 3 kg sama sekali," kata Fahmy dikutip dari laman resmi UGM, Senin (28/11/2022).


Alasannya, rice cooker hanya untuk menanak nasi. Sedangkan memasak lauk dan lainnya masih menggunakan kompor gas dengan LPG 3 kg.

"Jadi, program pembagian rice cooker tidak efektif sama sekali jika dikaitkan dalam upaya untuk menggurangi, apalagi menggantikan LPG 3 kg," katanya.

Dia mengakui gas hingga kini memang sebagai konten impor dan menyita subsidi cukup besar sehingga memberatkan APBN.

Oleh karena itu, dia menyarakan pada Kementerian ESDM, seharusnya memprioritaskan diversifikasi program penggunaan energi bersih melalui migrasi dari LPG 3 kg ke energi bersih, seperti menambah jaringan gas (Jargas) dan mempercepat gasifikasi batubara yang lebih masif.

“Bukan program coba-coba yang tidak efektif dalam menggantikan LPG 3 kg yang menjadi permasalahan negeri ini selama ber tahun-tahun tanpa ada solusinya," katanya.


Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membagikan 680 ribu penanak nasi atau rice cooker gratis kepada masyarakat pada tahun 2023 untuk mendukung pemanfaatan energi bersih dan meningkatkan konsumsi listrik per kapita dan menghemat biaya memasak. (*)



Tags Energi