Gubri tak Kuasa Menahan Tangis Saat Jadi Khatib Salat Ied

Kamis, 13 Mei 2021 - 23:02 WIB
Gubri Syamsuar saat jadi Khatib Salat Ied (Istimewa)

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Gubernur Riau Drs H Syamsuar, MSi, tak kuasa menahan tangisnya ketika menjadi khatib salat Ied di kediamannya, rumah dinas Gubri, Jalan Diponegoro 1 Pekanbaru, Kamis (13/5/2021) pagi.

Dalam keterangan yang diterima riaumandiri.co, Syamsuar tak sanggup menahan air matanya, ketika membaca doa dalam kutbah dan meminta agar Covid-19 yang sudah dua tahun mendera Riau segera pergi, dan tidak lagi menyusahkan masyarakat serta aktivitas masyarakat bisa segera pulih.

Gubernur berujar, dalam dua tahun ini, Covid-19 telah mengubah seluruh aktivitas masyarakat. "Idul Fitri dua tahun ini terasa sangat spesial. Bila biasanya kaum muslimin salat Ied di lapangan, sekarang kita salat di rumah bersama keluarga. Biasanya setelah salat Ied kita berjabat tangan dan berangkulan, kini semuanya sebatas angan dalam ingatan," kata Gubri dengan suara bergetar.

Pandemi Covid-19, kata Syamsuar, juga mengakibatkan kita dilarang mudik ke kampung halaman, tempat tumpah darah kita dilahirkan.
"Silaturahmi dengan keluarga, kakek-nenek dan orangtua serta menengok rumah orangtua tempat dulu kita dilahirkan tak bisa lagi. Kita juga tidak bisa melihat tepian sungai tempat kita dulu mandi bersama seluruh keluarga," tangis Syamsuar mulai tak terbendung.

Saat ini, ujar Gubri, semua kalangan hidup dalam kondisi dibatas-batasi oleh penyakit virus ini. "Ya Allah, ya Rabb segerakanlah Covid ini berlalu. Agar kami bisa kembali saling bersilaturahmi, bekerja dengan normal kembali, tidak didera ketakutan lagi," ungkap Syamsuar dalam doanya yang diamini oleh seluruh jemaah

"Pilu sedih hati ini rasanya melihat kondisi saat ini, tapi tentu ada yang lebih menyedihkan lagi yakni apabila amal ibadah kita selama bulan Ramadan tidak diterima oleh Allah SWT. Mari kita berdoa agar kita semua diberikan hidayah oleh Allah," ujarnya.

Pada bagian lain khutbahnya, Gubri Syamsuar mengatakan, saat ini  pemandangan hilir mudik masyarakat sedikit berkurang karena pandemi Covid-19 dan semua kegiatan dilakukan secara terbatas, termasuk tadarus, tarawih di rumah. Bahkan i'tikaf pada 10 terakhir bulan Ramadan pun ditiadakan.
 
"Mungkin Ramadan kali ini Allah menginginkan kita untuk lebih memperhatikan ibadah kita dan lebih dekat dengan keluarga karena beraktivitas secara terbatas," sebutnya.
 
Untuk itu, Gubri mengharapkan semua bisa mengambil hikmah Ramadan yang spesial ini agar bisa menata hati dan mempertanyakan pada diri apa yang sebetulnya dicari dalam hidup ini.

"Jika kondisi ini masih membuat abai dan tidak sadar, maka dengan cara apa lagi Allah memperingati kita," tuturnya.
 
Syamsuar berharap Allah selalu membukakan pintu hati semua pihak untuk mengambil hikmah setiap musibah, sehingga wabah ini segera sirna dan kembali menjadi insan yang mulia dan insan bertakwa.
 
"Tidak ada yang perlu kita sedihkan dengan kondisi saat ini, justru kita lebih sedih kalau amal ibadah kita tidak diterima, mari kita berdoa agar kita semua diberikan hidayah oleh Allah," tutupnya.

Zona Merah

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, sebelumnya menjelaskan, karena Pekanbaru berada di zona merah Covid-19, pelaksanaan salat Idul Fitri di ibukota Provinsi Riau ini dilaksanakan di rumah masing-masing. Tak terkecuali Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution yang juga mesti melakukan hal serupa mengingat Pekanbaru saat ini berada di zona merah Covid-19.

Gubernur Riau salat Idul Fitri di rumah dinas gubernur, jalan Diponegoro Pekanbaru dan Wagubri di rumah dinasnya di Jalan Sisingamangaraja Pekanbaru.

"Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur menunaikan salat Ied di kediaman dinas masing-masing bersama keluarga," kata Kabiro Kesra Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur dalam keterangan tertulis yang diterima riaumandiri.co, Kamis malam.

Gubernur Syamsuar langsung bertindak sebagai khatib salat Ied di rumah dinas, sedangkan Ustaz Ramli Husin yang juga imam Masjid Al Hidayah Kantor Gubernur Riau.

"Sedangkan di kediaman Pak Wagub, yang bertindak sebagai khatib dan imam Pak Wagub sendiri," terangnya.

Pelaksanaan salat Ied di kediaman Gubri yang dipusatkan di Balai Pelangi, hanya diikuti keluarga dekat, anak, menantu, staf rumahtangga gubernur, adc gubernur dan Satpol PP rumah dinas Gubri. Sementara isteri Gubernur, Hj Misnarni Syamsuar, tidak tampak ikut dalam salat kerena berhalangan hadir.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler