Guru Besar USU Hina SBY, Demokrat: Tak Perlu Dengarkan Profesor yang Pernah Jadi Tersangka

Selasa, 12 Januari 2021 - 21:42 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Darmawan mengatakan partainya akan mempertimbangkan langkah menyeret guru besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Yusuf Leonard Henuk ke ranah hukum.

Langkah ini dipertimbangkan setelah akun Twitter diduga dikelola Yusuf, @ProfYLH dianggap menghina Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bodoh.

Menurut Ossy, langkah melaporkan Yusuf kemungkinan akan dilakukan oleh kader Demokrat di Sumatera Utara yang merasa tidak terima dengan pernyataan Yusuf tersebut.

"Terkait dengan proses hukum, saya pikir banyak kader dan simpatisan Partai Demokrat yang merasa tidak terima dan mungkin saja berujung pada pelaporan hukum oleh kader atau simpatisan Partai Demokrat di daerah utamanya di Sumatera Utara," kata Ossy seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (12/1/2020).

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa narasi yang disampaikan Yusuf melalui Twitter tidak pantas keluar dari seorang akademisi.

Menurutnya, substansi dari narasi yang disampaikan Yusuf tidak mendidik, tidak bermoral, dan telah mengundang kemarahan bukan hanya kemarahan kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia yang masih menghargai SBY.

Namun begitu, Ossy berkata, pernyataan Yusuf tidak perlu terlalu didengarkan karena Yusuf pernah menjadi tersangka ujaran kebencian pada 2019.

"Artinya, kita tidak perlu juga terlalu mendengarkan omongan ngawur dan ngaco dari seorang profesor yang pernah berstatus tersangka," ucapnya.

Sebelumnya, Yusuf menyebut AHY bodoh. Menurutnya, tidak ada pesawat jatuh di Indonesia karena kesalahan pemerintah.

"Yth Ketua Umum @PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali, karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia, tak pernah ada "GOVERNMENT ERROR" penyebabnya, tapi "7 FAKTOR"(https://indonesiabaik.id/infografis/7-faktor-penyebab-jatuhnya-pesawat). Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!," cuit @ProfYLH, Selasa (12/1).

Pada kicauan yang lain Yusuf juga meminta SBY tidak mengajari Presiden Joko Widodo. Ia pun menyebut SBY sebagai 'Bapak Mangkrak Indonesia'.

"Yth. @SBYudhoyono, tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional, karena kau memang gagal & telah dijuluki: "Bapak Mangkrak Indonesia", jadi tak pantas kau ajari @jokowi "ikan berenang", karena pasti malu kalipun kau, paham!," cuit @ProfYLH, Sabtu (9/1).

Editor: Rico Mardianto

Terkini

Terpopuler