Suyatno Prihatin Aksi Pemuda Baganbatu

Kamis, 09 April 2015 - 12:15 WIB
Suyatno

BAGANSIAPIAPI (HR)- Bupati Rokan Hilir H Suyatno,mengaku terkejut mendengar ada warga asal Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir yang melakukan aksi nekat dengan cara menyelinap masuk ke celah roda pesawat Garuda Indonesia (GA177) dan ikut terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sampai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa kemarin.

"Kita tidak tahu motifnya apa untuk menjadi penumpang gelap. Jika hanya ingin menemui presiden Jokowi tidak seperti itu. Tindakan seperti itu sama saja ingin membunuh diri kita sendiri," kata Suyatno, Rabu (8/4) usai menghadiri acara pelantikan pramuka di Gedung serbaguna, Bagansiapiapi.

Jika keinginan Mario hanya untuk berjumpa Jokowi dengan menjadi penumpang gelap, kata Suyatno, sama saja perbuatan itu sia-sia. Karena harus melalui pengamanan, dan sudah tentu akan masuk daftar jadwal presiden yang padat.

 Mendengar pengakuan sementara Mario, Suyatno mengaku sangat prihatin. Dia mengingatkan agar masyarakat Rokan Hilir yang lain, tidak berbuat melewati batas kemampuan fisik dan keuangan jika hanya mempunyai motif ingin menjumpai pemimpin. Karena untuk menemuinya, harus melalui prosedur tertentu.

Sebelumnya, kondisi fisik Mario, warga Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir melemah setelah berada diketinggian 16 ribu kaki ketika menyelinap masuk ke dalam roda pesawat.

 Menurut pengamat penerbangan, Alvin Lie, kasus Mario merupakan kasus luar biasa dan persoalan serius. Akibat tindakannya, jari-jarinya membiru, telinga kiri berdarah. (grc/don)

Editor:

Terkini

Terpopuler