56 Orang Positif Corona di Sumatra Utara, 5 Meninggal

Senin, 06 April 2020 - 04:27 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Antara)

RIAUMANDIRI.ID, MEDAN – Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatra Utara (Sumut)  Whiko Irwan mengungkapkan, hingga Minggu (5/4/2020) ada 56 warga Sumut yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19. Jumlah itu melonjak dari hari sebelumnya yang tercatat 46 orang.

"Sembuh sebanyak 1 orang, positif ada 56 orang, dimana 5 di antaranya meninggal dunia," ujar Whiko.

Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat juga mengalami kenaikan menjadi 122 orang dari sebelumnya 117 orang.

"Kami tetap ingatkan masyarakat tetap tinggal di rumah bersama keluarga, tidak bepergian ke tempat keramaian, menjaga jarak dengan sesama, membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air bersih serta biasakan menggunakan masker," pesannya.

Whiko menambahkan pada Sabtu (4/4), Dinas Kesehatan Provinsi Sumut telah menerima kiriman 7.000 APD dan 35.000 masker dari pusat yang dibawa menggunakan pesawat Boeing TNI Angkatan Udara di Lanud Soewondo Medan.

"Selanjutnya, akan didistribusikan ke rumah sakit yang merawat Covid-19 di wilayah Provinsi Sumut," paparnya.

Sedangkan untuk rapid test telah didatangkan sebanyak 10.800 di mana sekitar 4.000 lebih telah didistribusikan ke rumah sakit rujukan yang menangani Covid-19.

"Tenaga medis sebagai orang-orang yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19 akan diprioritaskan untuk dites menggunakan Rapid Test, begitu pula dengan alokasi APD saat ini," jelas Whiko. Lebih lanjut, Whiko pun mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh. Adapun orang-orang yang rentan dan memiliki daya tahan tubuh lemah.

"Yaitu orang-orang yang lanjut usia, penderita sakit kronis, penderita kanker lanjut, orang-orang dengan penyakit autoimun dan orang-orang yang mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka panjang," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi meminta agar warga Sumut tidak mudik ke kampung halaman jelang Ramadan dan Idulfitri. Hal ini demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Saya mengimbau kepada seluruh saudara ku masyarakat Sumut yang saya cintai agar tidak mudik baik keluar dari Sumut maupun masuk ke Sumut. Ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," kata Edy di Medan, Sabtu (4/4).

Menurut Edy kebijakan itu juga demi kebaikan masyarakat Sumut. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, silaturahmi dengan keluarga dapat digantikan melalui media sosial seperti video call, atau teknologi lainnya.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler