Jokowi Prioritaskan Rapid Test untuk Tenaga Medis, Bukan Anggota DPR

Selasa, 24 Maret 2020 - 18:34 WIB
Presiden Joko Widodo (dok. Istimewa)

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar rapid test virus corona jenis baru Covid-19, diprioritas untuk dokter dan petugas medis serta keluarganya.

Pernyataan itu dilontarkan Jokowi saat dimintai tanggapan soal wacana rapid test untuk 575 anggota DPR dan keluarganya dalam konferensi pers di Istana Negara, Selasa (24/3/2020).

"Tadi pagi saya memerintahkan kepada Menkes (Terawan) untuk rapid test yang diprioritaskan adalah dokter dan tenaga medis serta keluarganya terlebih dahulu," ujar Jokowi dalam sesi tanya jawab bersama wartawan.

Selain dokter dan tenaga medis, Jokowi juga meminta rapid test diprioritaskan untuk mereka yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) serta keluarganya.

Sebelumnya, sebanyak 560 anggota DPR RI dan anggota keluarganya diwacanakan menjalani tes kesehatan guna memeriksa apakah terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak.

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar memastikan, pemeriksaan itu dilakukan guna mendeteksi dini serta melakukan penanganan bila ada indikasi wakil rakyat terhormat terpapar Covid-19.

Indra mengatakan, nantinya anggota DPR akan dilakukan pemeriksaan secara bergilir sesuai jadwal yang telah dibuat. Pemeriksaan dilakukan dalam waktu dekat, yakni Kamis dan Jumat (26-27/3) pekan ini.

Indra beralasan, pemeriksaan bergilir di satu tempat lantaran adanya keterbatasan tenaga medis, di mana hanya ada empat dokter dan empat para medis.

"Ini kan tenaga kami terbatas, jadi akan dilakukan di aula di kompleks Kalibata dan Ulujami," kata Indra kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Ia berujar, pemeriksaan hanya dilakukan dengan metode rapid test, bukan PCR. Kendati begitu, dewan yang kedapatan positif corona melalui rapid test bakal dirujuk ke rumah sakit.

"Iya. Jadi yang kami lakukan itu rapid test kalau itu negatif langsung dirujuk ke bbrapa rumah sakit untuk divaksin anti flu dan anti phenomia. Kami pada rumah sakit rujukan kita sudah sampaikan nanti akan ditangani sesuai prosedur penanganan virus," ujar Indra.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler