Dituding Jokowi Gunakan Propaganda Rusia dan Konsultan Asing, BPN Sebut Fitnah Keji

Senin, 04 Februari 2019 - 08:16 WIB
Anthony Leong, anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang juga sekaligus Koordinator PRIDE (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Digital Team).

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Anthony Leong mengatakan, pernyataan Jokowi yang menyebut ada tim sukses yang menggunakan teknik propaganda Rusia yang dilakukan oleh konsultan asing merupakan sebuah hoax yang tidak mendasar. Ia meminta Presiden Jokowi untuk menjaga tutur kata agar Pemilihan Presiden 2019 tidak dibuat gaduh.

"Kita ingin pemilu damai, pemilu yang lahirkan pemimpin terbaik dari yang terbaik. Pak Jokowi tudingannya sangat tidak mendasar dan ini fitnah keji. Kami fokus dengan isu ekonomi, lapangan pekerjaan. Hoax malah dilakukan oleh kubu petahana seperti mobil esemka Oktober 2018 akan diproduksi massal, pembebasan Ustadz Ba'asir yang belum terealisasikan," ujar Anthony di Jakarta, Ahad (3/2/2019).

Anthony sendiri mengakui menjadi korban hoax yang dibuat oleh isu petahana karena dituding merupakan warga negara asing (WNA) yang mengatur strategi digital Prabowo-Sandi.

"Pak Jokowi bisa angkat soal propaganda ini mungkin karena meme yang akhir-akhir ini viral yang dibuat oleh buzzer kubu 01. Saya sendiri ada di sana disebut warga negara asing yang mengatur strategi digital, padahal saya termasuk alumni Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional RI). Akhir-akhir ini banyak isu yang tidak substansi diciptakan karena elektabilitas petahana semakin menurun," ujar Anthony yang juga Koordinator Prabowo-Sandi Digital Team (PRIDE) itu.

Anthony menyebut bulan Februari 2019 elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menyalip kubu Jokowi-Mar'uf Amin karena masyarakat kini ingin pemimpin yang bisa menciptakan kestabilan politik dan ekonomi.

"Februari mudah-mudahan terus meningkat dan bisa unggul. Rakyat sudah pintar, sudah tidak bisa dibohongi dengan pencitraan yang tidak bisa membawa kesejahteraan. Mudah-mudahan 17 April 2019 menjadi momentum untuk perubahan Indonesia yang lebih baik," ujar Anthony.

Editor: Mohd Moralis

Terkini

Terpopuler