Pernah Beraksi di Pekanbaru, Ini Dia Gembong Hipnotis Lintas Provinsi yang Diringkus di Bukittinggi

Kamis, 12 Juli 2018 - 17:56 WIB
Kapolsek Kota Kompol Zahari Almi memperlihatkan foto pelaku di Polsek Kota, Bukittinggi, Kamis (12/7/2018). (Foto: RMC/Yursil)

RIAUMANDIRI.CO, BUKITTINGGI - Dua dari lima orang gembong pelaku hipnotis lintas provinsi berhasil ditangkap di Bukittinggi, Sumatera Barat. Tak tanggung-tanggung. Kerugian yang dialami korban mencapai ratusan juta rupiah.

Pelaku hipnotis tersebut terdiri dari empat orang laki-laki dan satu orang perempuan. Dalam melakukan aksinya pelaku sengaja mengincar korban yang berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan seperti plaza dan toserba yang ramai dikunjungi pengunjung. Namun kali ini aksi pelaku berhasil digagalkan korbannya di Hokki Store Bukittingi, Rabu (11/7/2018). 

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana melalui Kapolsek Kota Kompol Zahari Almi mengatakan, dua pelaku yang ditangkap korbannya ketika sedang melancarkan aksinya kepada calon korban lainnya. 

"Pelaku ditangkap Oktawiranda sewaktu pelaku sedang mengincar calon korban lain. Oktawiranda masih ingat dengan pelaku karena ia pernah menjadi korban pelaku. Oktawiranda berteriak sehingga menjadi pusat perhatian pengunjung," kata Zahari kepada Haluan (Haluan Media Group) di Polsek Kota, Bukittinggi, Kamis (12/7/2018).

Ia menjelaskan, dua orang pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan kepada pihak kepolisian adalah Suhardi Suar (65) beralamat di Medan, Provinsi Sumut dan M Anwar (46) beralamat di Garut, Provinsi Jawa Barat, yang berperan sebagai pelaku hipnotis. Sementara tiga orang lainnya terdiri dari dua orang laki-laki dan satu orang perempuan berhasil melarikan diri.

Salah seorang pelaku hipnotis M Anwar diperiksa anggota kepolisian di Polsek Kota, Kamis (12/7/2018). (Foto: RMC/Yursil)

Menurut Azhari, pelaku dalam melakukan aksinya mengaku sebagai investor dari Malaysia, yang sedang mencari Telur Asin sebanyak 10 ribu butir yang hendak di ekspor ke Malaysia. Jika modus pelaku tidak berhasil, maka pelaku mengaku sebagai penjual batu mustika dan sebagai pengusaha money changer dengan logat bahasa Melayu dan Brunei, pelaku berhasil memperdaya korban.

Zahari menambahkan, korbannya tidak hanya di Sumbar saja melainkan dari Medan dan Riau. "Dari laporan yang kami terima pelaku beraksi di Padang di 3 tempat, di Jalan Arengka Pekanbaru 2 tempat dan di Bukittinggi 7 tempat. Itu laporan yang masuk, diperkirakan masih banyak korban yang belum melapor," ulasnya.

Ia menjelaskan, pengunjung yang mengalami kerugian di antaranya pengunjung Pasar Banto Bukittinggi Rp175 juta, pengunjung Ramayana Rp45 juta, pengunjung Supermarket Chaniago Padang Rp48 juta dan korban di Pekanbaru Rp15 juta, serta pengunjung Hokki Store Rp3 juta.

"Jadi korban mereka ini adalah pengunjung plaza dan supermarket. Pelaku berlagak sebagai pengusaha dengan membujuk korban. Kemudian korban diajak naik mobil pelaku, selanjutnya M. Anwar yang ahli hipnotis menapuk badan korban akibatnya semua kemauan pelaku dituruti korban. Kita berharap korban pelaku hipnotis dapat melapor ke pihak kepolisian," ulasnya.


Reporter    : Yursil
Editor         : Mohd Moralis

Editor:

Terkini

Terpopuler