Presiden Jokowi: 28 Tahun Lalu, Saya Adalah Kader Hipmi

Rabu, 29 Maret 2017 - 07:18 WIB
Zico Basko, pengurus Hipmi Pusat, bersama Presiden Jokowi, saat acara Rakernas Hipmi di Jakarta, Senin (27/3).
JAKARTA (riaumandiri.co)-Presiden Joko Widodo, mengungkapkan, dirinya pada 28 tahun yang lalu adalah kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengakui dirinya dibesarkan melalui dunia usaha. 
 
Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Peluncuran Hipmi Go to School Tahun 2017, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (27/3). Ada hal menarik dalam pembukaan rakernas ini. 
 
Tak seperti biasanya, pada kesempatan ini, Jokowi menggunakan seragam yang sama dengan peserta Rakernas. Seragam tersebut adalah batik gelap lengan panjang dengan motif yang didominasi warna kuning.
 
"Jarang sekali kita lihat Bapak Presiden gunakan batik seragam. Tapi dengan gunakan batik Hipmi ini menunjukkan bahwa Jokowi begitu fokus pada dunia usaha," kata Ketua Umum HIPMI, Bahlil Lahadalia.
 
Tampak pula hadir dalam kegiatan ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Enggar sendiri juga menggunakan batik yang sama dengan anggota rakernas lainnya.
 
"Tadi Pak Enggar berdiri ketika menyanyikan lagu HIPMI. Ini bukti bawa Pak Enggar besar di politik, tapi jiwanya dari HIPMI," tutur Bahlil.
 
Jokowi pun menanggapi pernyataan Bahlil. Menurut Jokowi, dirinya memang dibesarkan oleh dunia usaha. Hal ini pun menjadi dasar dari setiap kebijakan yang diambil dalam melakukan pembangunan.
 
"Tadi sudah disebutkan oleh Ketua Umum HIPMI. Saya ini Kader HIPMI, 28 tahun lalu. Lama sekali," ungkap Jokowi.
 
Rakernas HIPMI kali ini mengambil tema pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Diharapkan, Indonesia dalam jangka panjang nantinya dapat menghasilkan pengusaha muda pada berbagai sektor.
 
"Kami ambil tema yang agak sedikit jantung kami naik turun, yaitu revolusi ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dahulu revolusi mental hanya dianggap impian. Saat ini satu per satu mulai terwujud," tutup Bahlil. 
 
Masa Keemasan 
Dalam pidotonya, Presiden Jokowi meyakini Indonesia akan memasuki masa keemasan pada 2045. Kala itu, Produk Domestik Bruto (PDB) tahun bakal mencapai USD 9,1 triliun.
 
"Pada saat itu, income per kapita mencapai USD 29 ribu," ujarnya.
 
Namun, lanjut Jokowi, saat itu tiba bukan orang-orang seusianya lagi yang bakal mengelola perekonomian Indonesia. "Siapa yang akan pegang peranan? saudara-saudara semuanya, HIPMI. Karena yang kayak saya, sudah senior-senior, mungkin sudah almarhum," kata Jokowi yang disambut tawa peserta.
 
"Jadi yang pegang nanti adalah Hipmi. Ingat kata-kata saya, kejadian atau nggak kejadian, Insya Allah kejadian," tambahnya.
 
Jokowi pun tak lupa berpesan ke para pengusaha muda untuk dapat cerdik berwirausaha. Di tengah era persaingan, dia berharap pengusaha muda tak manja.
 
"Jadi jangan sampai ada lagi pengusaha, apalagi pengusaha muda, titip minta-minta fasilitas. Jangan minta ke saya seperti itu. Mazhab saya adalah mazhab persaingan, tapi memberikan peluang ke yang muda itu yang saya lakukan," imbuhnya. (bbs, okz, kom, mer)

Editor:

Terkini

Terpopuler