Kunci Jawaban Beredar Lagi

Rabu, 11 Mei 2016 - 10:19 WIB
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berbincang dengan Kepala SMPN 5 Pekanbaru, menanyakan pelaksanaan UN SMP pada hari kedua

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Aksi dari oknum tak bertanggungjawab, masih ditemukan dalam pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP sederajat pada tahun ini. Hal itu setelah tim Ombudsman Riau, menemukan adanya lembar kunci jawaban yang beredar di salah satu SMP di Kota Pekanbaru.

Beredarnya kunci jawaban itu, terungkap saat pelaksanaan UN SMP hari kedua, Selasa (10/5) kemarin. Kejadian ini mengulang aksi serupa, saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat, yang digelar beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Ombudsman Riau, Achmad Fitri, saat ditemui usai meninjau UN di SMPN 4 Pekanbaru, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau,

masih ada oknum yang  mengganggu kenyamanan UN SMP saat ini, seperti saat dilaksanakannya UN SMA beberapa waktu lalu.

"Ya, anggota tim Ombudsman menemukan kunci jawaban di salah satu SMP di Pekanbaru. Masih ada saja pihak yang mengganggu UN, seharusnya mereka sadar bahwa kunci jawaban itu tidak sama dengan soal UN yang dikerjakan siswa," lontarnya, tanpa menyebutkan SMP yang dimaksud.

Sementara itu, hasil peninjauan Ombudsman pelaksanaan UN di SMPN 4 Pekanbaru, dan tiga SMP lainnya di Pekanbaru menurut Achmad Fitri, berjalan lancar. Menurutnya, perlu integritas bagi sekolah-sekolah yang ada di Riau.

Dengan telah masuknya sekolah berintegritas, maka akan ada tanggung jawab dari pihak sekolah untuk meningkatkan intergritas yang tinggi bagi sekolah.

"Ada tiga sekolah yang kita pantau lumayan lancar. Dan tidak ada kebocoran soal, artinya untuk membangun kejujuran perlu integritas yang tinggi, semangat bagaimana sekolah-sekolah berintegritas seperti SMP 4 ini yang berintegritas. Jadi ada tanggung jawabnya," tambahnya.

Untuk laporan hasil peninjauan UN yang dilakukan oleh tim Ombudsman Riau, akan ada egenda penyampaian hasil pemantauan, kepada pihak Disdikbud.
"Seluruh hasil pemantauan Ombudsman akan kita sampaikan ke dinas Pendidikan," tambahnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, meninjau pelaksanaan UN di SMPN 5 Pekanbaru. Namun Plt Gubri hanya meninjau dari halaman sekolah dan tidak masuk ke ruang kelas atau di depan pintu kelas. Hal itu dilakukan karena pihaknya tidak ingin mengganggu kenyamanan dan konsentrasi siswa yang tengah menjawab soal-soal ujian.

"Kepada para siswa saya harapkan agar konsentrasi dalam mengerjakan ujian dan terus belajar menghadapi ujian beberapa hari ke depan. Jangan mudah terpengaruh dengan isu ada bocoran soal yang tidak benar," ingatnya.

Terpisah, Kadisdikbud Riau, Kamsol, mengatakan, di hari kedua UN pihaknya meninjau bersama Plt Gubri, Ombudsman dan Kepala BPK. Dari hasil peninjauan pelaksanaan UN berjalan lancar.

"Semua lancar, Plt juga ikut bersama kita begitu juga kepala BPK pak Sueb," kata Kamsol.

Disinggung mengenai adanya temuan kunci jawaban di salah satu SMP di Pekanbaru oleh Ombudsmen, Kamsol belum mendapatkan laporan pastinya. Namun kalau memang ada, pihaknya memastikan aksi itu dilakukan oknum tidak bertanggung jawab yang ingin merusak pelaksanaan UN.

"Itu tindakan orang yang tidak benar. Sudah jelas-jelas soal UN yang diterima siswa berbeda. Jika ada kunci jawaban yang beredar sama saja dengan menjawab yang salah, karena berbeda soal dan jawaban," tegas Kamsol.

Dalam kesempatan itu, Kamsol kembali menegaskan bahwa UN bukanlah menjadi kelulusan seorang siswa. Kelulusan diambil dari akumulasi nilai-nilai yang ada serta penilaian sikap dan prilaku, akhlak dan budi pekerti. Selain itu bagi siswa yang tidak memenuhi standar UN masih bisa mengikuti ujian perbaikan.

"Bagi siswa yang nilai UN nya d ibawah standar masih bisa ikut UN ulangan," tutupnya. (nur)

Editor:

Terkini

Terpopuler