Ribuan Buruh Tolak PHK Massal

Ahad, 07 Februari 2016 - 10:10 WIB
Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) longmarch dari Patung Kuda ke Istana. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.

JAKARTA (riaumandiri.co)-Ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2). Mereka menuntut penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sejumlah perusahaan asing di Tanah Air.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan secara serempak di beberapa kota besar diikuti sekitar 30 ribu buruh.

"Tuntuan aksi 30 ribu buruh di hari ini (kemarin, red) adalah untuk menyuarakan dua tuntutan, menolak PHK massal terhadap buruh Indonesia serta menolak upah murah dengan pencabutan PP Nomor 78 Tahun 2015," kata Said saat turut mengawal aksi demonstrasi di depan Istana Kepresidenan, Sabtu.

Selain di Jakarta, aksi demonstrasi buruh juga dilakukan antara lain di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Medan, Surabaya, Semarang dan Batam.

Ribuan buruh telah berkumpul di sekitar Bundaran Patung Kuda (Bundaran Indosat), Jakarta Pusat, sejak Sabtu pagi pukul 10.00 WIB. Mereka berjalan menuju depan Istana Kepresidenan untuk menyuarakan aspirasi dan keinginan mereka.

Selanjutnya, pukul 12.00 WIB, mereka bergerak menuju ke salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk merayakan hari jadi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ke-17.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan elektronik asal Jepang dan Korea menutup kantor pabrik perwakilannya di Indonesia sehingga menyebabkan ribuan buruh pabrik di Tanah Air terancam diputus hubungan kerja dan menganggur.

Terkait akan hal itu, Pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air supaya perusahaan-perusahaan meminimalkan pemberhentian tenaga kerja.
Bergandengan Tangan

Di Jakarta, ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) longmarch dari Patung Kuda ke Istana. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.(rol/dtc/rin)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler