Meranti Masih Berpotensi Kembangkan Kopi Liberika Rangsang

Rabu, 28 Januari 2015 - 07:52 WIB
ILUSTRASI

SELATPANJANG (HR)-Kepulauan Meranti memiliki keragaman tanaman budidaya. Selain komoditi Sagu, ada satu komoditi lain yakni kopi  Liberika Rangsang Meranti yang merupakan hasil perkebunan rakyat.

Kopi tersebut saat ini produksinya juga masih sangat terbatas. Namun anehnya kualitas kopi itu cukup bagus berdasarkan penelitian khusus sehingga didapatkan nilai 80 dengan predikat excelent.

Keunggulan kualitas kopi dari Pulau Rangsang itu terbukti kualitasnya di atas kualitas rata-rata kopi secara nasional. Sehingga umumnya hasil perkebunan itu dipasarkan di negara jiran Malaysia dan Singapura.

Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti Makmun Murud, didampingi Kabid Perkebunan Suparma kepada Haluan Riau di ruang kerjanya mengakui kalau Meranti tidak hanya dikenal dari produk Sagunya, namun juga dikenal dengan produk kopinya yang bercitarasa tinggi.

Diakuinya, kebun kopi yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat hanya di Pulau Rangsang saja yakni di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir, salah satu kecamatan yang terletak di bibir pantai laut Selat Malaka.

"Barangkali karena historisnya dahulu masyarakat Meranti sangat erat dengan masyarakat negara tetangga itu sehingga bibit kopi yang berkualitas itu berasal dari negara jiran itu. Kebunnya ada di Meranti namun sebagian besar penikmatnya berada di negara Malaysia," paparnya.

Di Meranti sendiri harga biji kopi kering itu sudah Rp40 ribu per kg. Sedangkan jika sudah jadi bubuk apalagi dinamai kopi luwak harga satu ons sudah Rp120 ribu.

"Tentu saja di Malaysia harga itu sudah di atas satu atau dua jutaan. Dengan demikian komoditi itu sangat memiliki prospek masa depan. Karena itu tahun ini kita juga mulai melakukan pengembangan melalui perluasan kebun kopi,” terang Murod.(jos)  

Editor:

Terkini

Terpopuler