IHSG Menguat Tipis

Selasa, 08 Desember 2015 - 07:18 WIB
Ilustrasi

Jakarta (HR)-Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat berbarengan dengan kenaikan bursa pasar saham Eropa. Indeks naik sebesar 12 poin atau 0,29 persen ke level 4.521 setelah bergerak di antara 4.521-4.553 pada perdagangan, Senin (7/12).

Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah sebesar 26 poin atau 0,19 persen ke level Rp13.860 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.807-Rp13.887 per dolar AS.

Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan mayoritas bursa Eropa dibuka dibuka menguat rata-rata di atas 1 persen pada awal perdagangan hari ini ini setelah pekan lalu dihantui kekhawatiran pemangkasan suku bunga acuan 0,3 persen.

"Penguatan bursa AS dan Asia membawa dampak positif pada pergerakan bursa Eropa di awal pekan ini," jelasnya dalam ulasan harian, Senin (7/12).

Sementara bursa Asia bergerak bervariasi setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sepakat mempertahankan tingkat produksi minyak.

"OPEC mempertahankan target produksi 30 juta barel per hari sehingga harga minyak jatuh ke level terendah.

Hanya Indeks saham di Jepang yang ditutup naik cukup optimistis menyambut data PDB Jepang yang diekspetasikan cukup baik,” jelasnya.

Sementara dari dalam negeri, ia menilai naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) sebesar 2,6 persen pada hari ini menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG, selain keptusan pemerintah memotong pajak penghasilan (PPh) 21 untuk pekerja industri padat karya.

"Namun optimisme tersebut terlihat hilang menjelang penutupan melihat data cadangan devisa yang akan diumumkan after market sebagai tolak ukur kekuatan BI untuk menjaga rupiah agar tetap terkendali. Melihat nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS hingga pada hari ini rupiah tutup dikisaran level 13.860,” katanya.

Mandiri Sekuritas mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp4,42 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp2,93 triliun dan transaksi negosiasi Rp1,48 triliun.

Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp59,7 miliar.

Sebanyak 140 saham naik, 128 saham turun, 79 saham tidak bergerak, dan 213 saham tidak ditransaksikan. Adapun sebanyak lima sektor menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri  yang naik 1,60 persen dan sektor perdagangan yang naik 1,32 persen.

Saham di sektor aneka industri yang paling menguat adalah PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) yang naik 8,33 persen dan PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) sebesar 5,58 persen.

Di sektor perdagangan, saham yang paling menguat adalah PT Media Nusantara Tbk (MNCN) sebesar 8,48 persen dan PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) positif 6,38 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Kospi di Korsel yang melemah sebesar 0,54 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terkoreksi sebesar 0,15 persen, sedangkan indeks Nikkei225 di Jepang justru menguat sebesar 0,99 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa menguat sejak dibuka tadi siang.

Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,58 persen, DAX di Jerman yang menguat 1,73 persen, dan CAC di Perancis yang terapresasi 1,40 persen.(cnn/mel)

Editor:

Terkini

Terpopuler