PSPS Ikut Piala Kemerdekaan

Sabtu, 04 Juli 2015 - 10:30 WIB
ilustrasi

Ada 18 klub divisi utama yang mengambil bagian dan PSPS masuk dalam grup A bersama PSMS Medan, Persires, Lampung FC, Persitara Jakarta Utara dan Kalteng Ultra.

"Kita sudah pasti ikut dan telah mengikuti workshop Piala Kemerdekaan. Keikutsertaan ini adalah untuk memberi ruang kepada pemain dan pelatih dalam menjalankan profesinya. Jika tidak ada turnamen atau kompetisi, mereka nanti mau makan dengan apa," ujar Manajer Tim PSPS, Zulkifli Nasution kepada Haluan Riau, Jumat (3/7) melalui telepon selulernya.

Zul menyebutkan turnamen tersebut cukup menggiurkan. Turnamen tersebut bakal menggunakan format home turnamen, dengan setiap peserta akan mendapatkan match fee sebesar Rp 50 juta per pertandingan. Jumlah tersebut bakal bertambah apabila klub mampu lolos ke babak delapan besar, yakni Rp75 juta dan semifinal Rp100 juta.

Sementara tim yang menjadi juara akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp500 juta. Sedangkan runner-up mendapatkan Rp300 juta. Ada pula hadiah uang untuk pemain terbaik dan klub paling fair-play, masing-masing sebesar Rp100 juta.

"Ini kan cukup wah. Makan minum, transportasi dan penginapan sudah ditanggung. Kita hanya memikirkan gaji pemain. Sudah ada pula subsidinya yang bisa langsung diterima," kata Zul.

Atas dasar ini pula Zulkifli menyebut turnamen ini cukup menggiurkan. Sebab, untuk ukuran liga saja, pembayaran subsidi tidak seperti ini. Ukuran liga di Indonesia menggunakan sistem satu musim. Misalnya, peserta Divisi Utama musim lalu hanya diberi subsidi Rp200 juta per musim.

"Yang penting bagi kita adalah pemain dan pelatih. Mereka hidup dari sepakbola. Dengan adanya turnamen seperti ini tentu mereka bisa hidup," katanya.

Soal larangan dari PSSI, Zul menyebutkan Piala Kemerdekaan sifatnya adalah turnamen bukan kompetisi resmi sehingga tidak ada yang salah dengan keikutsertaan tim dalam turnamen itu.

"Piala Kemerdekaan ini adalah turnamen bukan kompetisi resmi. Jadi tidak ada yang dilanggar dengan ikut dalam turnamen ini. Kecuali, jika kompetisi resmi tentu kita akan melihat aturannya," jelasnya.***

Editor:

Terkini

Terpopuler