Erick Thohir: Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Tahun Depan

Erick Thohir: Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Tahun Depan

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir berharap vaksin Merah Putih dapat mulai diproduksi pada 2022 mendatang. Vaksin Merah Putih merupakan vaksin corona buatan dalam negeri.

"Dari informasi yang didapatkan insyaallah kalau bisa uji klinis I sampai dengan III, vaksin Merah Putih bisa berjalan pada tahun depan, sehingga pada 2022 kita bisa mulai memproduksi vaksin Merah Putih," jelasnya dalam orasi ilmiah di Universitas Padjadjaran, Bandung, seperti dilansir dari Antara, Jumat (11/9/2020).

Menurut erick, kehadiran vaksin corona Merah Putih agar Indonesia tidak bergantung pada vaksin-vaksin yang diproduksi oleh produsen luar negeri.


"Jadi tidak mungkin kita bergantung kepada vaksin-vaksin yang merupakan hasil kerja sama dengan produsen luar negeri," terang dia.

Selain itu, ia juga mengatakan tidak kalah pentingnya sejak awal Bio Farma bersama dengan Lembaga Eijkman, Balitbangkes Kementerian Kesehatan, di mana Indonesia berharap nantinya tersedia vaksin Merah Putih.

Selain dengan lembaga-lembaga tersebut, pemerintah tentunya juga membuka kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi terkait pengembangan vaksin corona di dalam negeri

"Karena memang kalau kita melihat vaksin itu pada saat ini untuk pembentukan antibodi dalam melawan virus covid-19 membutuhkan waktu enam bulan sampai dengan dua tahun menurut studi yang didapatkan," ujar Erick.

Sebelumnya, Ketua Tim Pengembangan Vaksin covid-19 Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyatakan kemungkinan vaksin Merah Putih diberikan lebih dari satu kali ke satu individu.

Jika penduduk Indonesia berjumlah sekitar 270 juta orang pada saat ini, maka vaksin yang harus diberikan berarti minimal 540 juta vaksin.

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin corona, Erick juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah produsen, seperti Astrazaneca, Cansino dan Pfizer. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan vaksin masyarakat Indonesia.

Menurut Erick, total 300 juta vaksin yang tersedia pada 2021 nanti, belum cukup untuk menjamin kebutuhan seluruh masyarakat. Setiap orang, kata dia, membutuhkan vaksin dengan dua suntikan. Dengan begitu, 300 juta vaksin baru memenuhi kebutuhan 170 juta rakyat.