Kasus Corona Terbanyak di Sumbar dari Klaster Pasar Raya Padang

Kasus Corona Terbanyak di Sumbar dari Klaster Pasar Raya Padang

RIAUMANDIRI.ID, PADANG – Pasar Raya Padang menjadi klaster terbesar penularan Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar). Dari 567 kasus positif di provinsi itu, 411 kasus berada di Padang.

Sementara, hingga Minggu (31/5), sebanyak 236 kasus dari 411 kasus corona di Sumbar berasal dari klaster Pasar Raya Padang.

"Hari ini bertambah 14 kasus lagi dari klaster Pasar Raya Padang. Jadi, totalnya 236 kasus," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyan, Minggu.


Dari 14 pasien baru itu, tiga di antaranya pedagang, empat pelajar, dua ibu rumah tangga, dan satu tenaga kesehatan.

Feri mengatakan 236 kasus tersebut diperoleh dari memeriksa 1.759 sampel orang pada klaster Pasar Raya Padang. Ia mengatakan sampel tersebut diambil sejak sebelum Ramadan, dan masih dilakukan meski tak lagi terpusat di Pasar Raya.

"Pengambilan sampel massal yang berlokasi di Pasar Raya Padang sudah selesai kemarin. Selanjutnya pengambilan sampel klaster itu dilakukan di puskesmas di tempat tinggal orang yang termasuk klaster Pasar Raya Padang," ujarnya.

Sampel yang diambil itu, kata Feri, tidak hanya dari pedagang di pasar, tetapi juga dari keluarga pedagang dan petugas Dinas Perdagangan Kota Padang. Oleh karena itu pula, mereka yang positif Covid-19 bukan hanya pedagang.

Pada awalnya pihaknya menargetkan mengambil seribu sampel dari klaster Pasar Raya Padang. Kini mereka sudah mengambil sampel melebihi target.

Feri mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil sampel sebanyak mungkin dari klaster Pasar Raya Padang guna menekan penularan Covid-19 dari klaster itu.

Orang yang telah diambil sampelnya, kata Feri, diisolasi di berbagai tempat. Ada juga orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Padang.

Dari 236 orang yang positif Covid-19 di klaster Pasar Raya Padang itu, 58 sudah sembuh, dan 3 meninggal.

Untuk diketahui, Pasar Raya Padang sempat dua kali ditutup karena menjadi klaster penularan Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar, mengatakan sejak pasar tersebut ditetapkan sebagai klaster penularan Covid-19, semua pedagang dan pengunjung pasar itu diwajibkan memakai masker.

"Tim gabungan memastikan semua orang yang masuk Pasar Raya Padang memakai masker. Orang yang tidak pakai masker tidak boleh masuk," tuturnya.