Ngaku Berdarah Jerman, Jepang dan Cina, Ditjen Imigrasi Pastikan Agnez Mo Berpaspor RI

Ngaku Berdarah Jerman, Jepang dan Cina, Ditjen Imigrasi Pastikan Agnez Mo Berpaspor RI

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Penyanyi Agnez Mo membuat heboh media sosial usai menyebut dirinya bukan berdarah Indonesia di sebuah acara musik di New York. Namun Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan Agnez Mo berstatus sah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Kepala Subbag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando mengatakan, pihaknya sudah mengecek data dan dipastikan bahwa Agnez Mo memiliki Paspor WNI yang dikeluarkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles yang berlaku hingga 4 Februari 2021.

"Paspor Agnez Monica dikeluarkan oleh KJRI Los Angeles berlaku sampai dengan 4 Februari 2021," kata Sam Fernando, Selasa (26/11/2019) malam.


Menurut aturan keimigrasian, sejak 1 Maret 2018, WNI bisa memperpanjang paspor yang telah habis masa berlakunya di KJRI Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan presenter Kevan Kenney dalam sebuah video yang tayang di YouTube berjudul "Build Series NYC by Yahoo!." Potongan video tersebut kini viral di media sosial Tanah Air.

Dalam video, Kevan bertanya kepada Agnez Mo soal keberagaman Indonesia. Pelantun "Coke Bottle" itu pun menjabarkan bahwa Indonesia memiliki ribuan pulau di mana setiap pulau memiliki kultur yang berbeda

Kevan kemudian kembali bertanya kepada Agnes Monica, "Katanya kamu beda dari orang kebanyakan di sana?".

"Ya, karena... Saya sebenarnya campuran Jerman, Jepang, dan Chinese. Saya hanya lahir di Indonesia. Saya juga beragama Kristen, dan di Indonesia mayoritas adalah Muslim. Saya tidak bilang saya tidak berasal dari sana, karena saya merasa diterima. Tetapi saya merasa tidak seperti yang lain," tutur Agnes Monica.

Gara-gara pernyataannya itu, video tersebut pun ramai di media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook. Pro kontra pun meramaikan video tersebut. Banyak yang menilai kalau Agnes Monica sudah kebablasan sejak berkarier di Amerika Serikat. Tapi tak sedikit yang membela, bahwa apa yang disampaikan Agnez memang benar adanya.