Ratusan Driver Gojek Demo Kedubes Malaysia

Ratusan Driver Gojek Demo Kedubes Malaysia

RIAUMANDIRI.CO, Jakarta - Sebagian driver Gojek melangsungkan aksi demo di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada siang hari ini. Mereka rupanya protes terhadap pernyataan bos Big Blue Taxi, perusahaan taksi Malaysia.

Tampak koordinator aksi di mobil komando melontarkan beragam pernyataan untuk membela Gojek. “Ismail kami tuntut minta maaf pada rakyat Indonesia. Kita tidak terima harga diri kita diinjak-injak. Kami meminta maaf secara langsung, setuju?” katanya.

Dari laporan pandangan mata, aksi demonstrasi ini memakan sebagian bahu jalan di sekitar Kedubes Malaysia sehingga situasi lalu lintas menjadi agak padat.


“Estimasi ada 400 driver (yang ikut-red),” kata Billy Kurniawan, Anak Garuda Sakti Driver Gojek selaku koordinator aksi.

Beberapa driver pun mengibarkan bendera merah putih. Mereka menanggapi berbagai pernyataan Datuk Shamsubahrin Ismail, bos Big Blue Taxi Malaysia yang melontarkan beragam pernyataan kontroversial karena menolak rencana Gojek mengaspal di Malaysia.

Kata-katanya yang paling menimbulkan kehebohan adalah saat menyindir kemiskinan Indonesia. “Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda (Malaysia) bukan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek,” ujarnya.

Ia kemudian meminta maaf. “Saya minta maaf untuk kesalahan di pernyataan saya, melabeli Indonesia miskin, berdasarkan laporan yang saya terima,” kata dia. Ismail pun berharap tidak ada aksi demonstrasi terkait perkataannya demi hubungan baik kedua negara.

Tapi tak lama kemudian, ia malah mengkritik pemerintah Indonesia. “Rakyat Indonesia tak salah, kalau dikatakan miskin. Yang salah itu adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah,” ujarnya dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah.

“Pemerintah di Malaysia mengikuti kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita Malaysia bekerja tanpa gaji tetap, untuk membawa Grab, untuk membawa Gojek,” cetusnya.**