Pilkada

PKB Bakal Usung Ade Agus Hartanto Sebagai Bakal Cabup Inhu

Ade Agus Hartanto

RIAUMANDIRI.CO, RENGAT - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berhasil meraih sukses pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dengan meraih 4 kursi di DPRD Indragiri Hulu. Padahal sebelumnya partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini pada Pileg 2014 hanya menempatkan satu orang kadernya di DPRD setempat.

Sukses yang diraih dengan peningkatan suara 160 persen dari Pileg 2014 dinilai wajar oleh Ketua DPC PKB Inhu Heri Sukandi jika PKB layak menempatkan salah seorang kadernya untuk ikut pada pertarungan Pemilihan Bupati Indragiri Hulu tahun 2020 mendatang.

Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid menegaskan bahwa Indragiri Hulu akan menjadi salah satu basis dari PKB di Riau. "Kenaikan suara di Inhu hingga 160 persen, ini akan menjadi basis bagi PKB di Riau," tegasnya. 

Dikatakannya, meski kekuasaan tidak di tangan PKB, tetapi partainya masih tetap dapat meraih suara terbanyak kedua setelah Golkar sebagai pemenang. 

Diungkapkannya, dengan hasil baik ini, PKB sudah layak mengusung kadernya ikut dalam kontestasi Pemilihan Bupati Inhu 2020. "Kita Optimis Inhu satu di tangan dan kita sudah siapkan kader," tegasnya. 

Anggota DPRD Riau dua periode ini langsung menyatakan bahwa kader yang dimaksudnya adalah Ade Agus Hartanto yang saat ini juga merupakan anggota DPRD Riau.

Ade merupakan anggota DPRD Riau dari pemilihan Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi. Saat Pileg 17 April 2019 lalu. Ade kembali terpilih sebagai anggota DPRD Riau periode 2019 -2024 dengan perolehan suara 29 ribu lebih. "Dari jumlah suara tersebut, 21 ribu lebih suara saya dapatkan dari Inhu," ucap Ade. 

Ade mengaku siap menjadi calon Bupati Indragiri Hulu 2021-2026, meskipun dirinya harus mundur sebagai Anggota DPRD Riau. "Saya ingin membangun Inhu, jabatan sebagai dewan di Propivinsi tentunya akan tetap digantikan oleh rekan saya di PKB dan siapaun itu tentu programnya sebagai dewan sudah diatur dan tidak akan lari dari kebijakan yang sudah diatur oleh partai," ucapnya. 

Menurutnya, pemerintahan tidak bisa dikelola dengan sederhana tetapi harus stimulus,  penempatan harus tepat, program peningkatan perekonomian masyarakat harus menjadi perhatian utama.

Dikatakan pria kelahiran Pekanbaru 12 Agustus 1983, pembenahan secara mendasar harus dilakukan dari semua sisi. Pembenahan secara masif karena saat ini belum maksimal pemerintahan yang ada dalam melakukan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Ditambahkan Wahid, setelah ini kedepannya, Komunikasi dengan antar partai akan dilakukan. Selain itu pihaknya juga mendengar aspirasi masyarakat, apakah menginginkan Agus atau tidak sangatlah penting. "Hidung pesek, pipi tak mungkin disorong sorong," ungkapan Ade.

Reporter: Eka BP


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar