Riau

Perang Terhadap Hoax, Begini Aksi yang Dilakukan Masyarakat Bengkalis

Deklarasi anti hoax yang diikuti seluruh elemen masyarakat se-Kabupaten Bengkalis.
RIAUMANDIRI.CO, BENGKALIS - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Nandang bersama Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Riau Marsma TNI Rakhman Haryadi dan Danrem 031/Wirabima, diwakili Kasi Intel, Letkol Inf Agus Budi Setyo Raharjo, melakukan kunjungan untuk bersilaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat Kabupaten  Bengkalis, dalam rangka menciptakan Provinsi Riau yang damai. 
 
Kunjungan yang diagendakan dengan Tablig Akbar dan Deklarasi Anti Hoax ini dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah, Kecamatan Bantan, Senin (19/3/2018) malam.
 
Dalam kesempatan itu, sebagai komitmen bersama, Kapolda Riau, Kabinda, Danrem 031, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Forkompinda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ormas deklarasi dan penandatanganan menolak segala bentuk informasi hoax, dipandu Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang diwakili Sekretaris Daerah H Bustami HY.
 
Adapun butir pernyataan sikap yang dideklarasikan malam tadi, pertama, siap menolak dan menentang segala bentuk berita hoax dan ujaran kebencian. Kedua, menolak segala bentuk provokasi, isu sara dan perbuatan adu domba yang dapat memecah belah NKRI, dan. Ketiga, mendukung Polri dalam menegakkan hukum terhadap penyebar fitnah, ujaran kebencian dan penyebar berita hoax.
 
“Kita selaku penyelenggara organisasi pemerintahan daerah, sangat mendukung deklarasi anti hoax ini. Kami juga mengingatkan agar seluruh masyarakat lebih selektif dan bijak dalam menyerap informasi yang diterima. Jangan asal percaya padahal belum tentu kebenarannya. Hal ini yang pada akhirnya merusak tatanan kehidupan kita dan memecah belahkan kita. Tentu kita tidak menginginkan perpecahan itu terjadi,” jelas Sekda, H Bustami.
 
Pada kesempatan itu, Kapolda Riau, Nandang, juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat memerangi narkoba. Terlebih Bengkalis, merupakan kawasan yang menjadi salah satu pintu masuknya narkoba di Tanah Air.
 
“Kepada santriwan dan santriwati, kami mengingatkan agar tidak terjerumus dengan narkoba, karena narkoba adalah perusak yang membuat negara ini menjadi hancur. Saat ini negara lain tidak memerangi kita dengan senjata, tetapi dengan obat-obatan terlarang, maka kami ingatkan agar hati-hati dan sama-sama nyatakan perang terhadap narkoba,” pintanya. ***
 
Reporter : Usman Malik
Editor      : Mohd Moralis


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar