Anak yang Alami Kurang Darah Akan Tidak Fokus Saat Belajar

Anak yang Alami Kurang Darah Akan Tidak Fokus Saat Belajar
RIAUMANDIRI.co - Anak pun bisa mengalami anemia atau kurang darah lho. Malah orang tua kadang kurang menyadari bahwa putra-putri mereka sedang menderita gejala tersebut akibat tidak adanya keluhan yang terlontar dari anak.
 
Untuk mendeteksi anemia atau kurang darah pada putra-putrinya, orang tua bisa melihat tingkah laku dan keseharian anak. Misalnya prestasi di sekolah yang menurun akibat anak sering lemas dan tidak bisa berkonsentrasi maksimal.
 
Hal itu dijelaskan oleh spesialis Gizi Klinis Dr dr Yustina Anie I MSc, SpGK. Menurutnya saat ini di Indonesia hampir 30 persen anak mengalami kekurangan darah atau anemia.
 
“Penelitian saya di kawasan Tangerang dekat bandara, banyak anak-anak menderita anemia. Setelah diteliti gaya hidupnya, pola makannya kurang nutrisi,” ungkapnya seperti dilansir laman okezone.
Anak-anak terbiasa untuk menggunakan uang jajannya membeli makanan yang tak bergizi. Hal itu dapat terus berlanjut hingga mereka dewasa, anemia akan terus terjadi bila pola makan tak berubah.
 
“Jajannya nasi uduk, minumnya es teh manis. Hampir setiap hari dilakukan. Bagaimana gizinya tercukupi?” tambah dr Anie.
Untuk menambah gizi anak tak perlu mahal, beri sayuran dan buah sejak kecil untuk makanannya setiap hari. Itu cukup memenuhi kebutuhan nutrisi mereka, termasuk untuk mencegah anemia.
 
Bila ingin anak tumbuh pesat dan pintar di sekolah, beri kecukupan gizi setiap hari. Ini akan mempengaruhi pola pikir dan kesehatannya hingga dewasa.(sc/lin)