Riau

Tuding PT SAI Salahgunakan HGU dan HPT, GANRI Ajukan 4 Tuntutan

GANRI Rokan Hulu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Peternakan dan Perkebunan Rohul (Foto: RMC/Agustian)
PASIR PENGARAIAN (RIAUMANDIRI.co) - Aliansi Gerakan Anak Negeri Riau (GANRI) Kabupaten Rokan Hulu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Peternakan dan Perkebunan Rohul, Rabu (22/3). Mereka menuntut agar lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Sawit Asahan Indah (SAI) diukur ulang.
 
Dalam orasinya, massa mengajukan 4 tuntutan. Pertama, mendesak Kapolres Rohul, dan instansi terkait agar melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan penyalahgunaan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan HGU, beserta kasus pelanggaran pengelolaan limbah yang terjadi di PT SAI.
 
Kedua, mendesak Kapolres Rohul dan instansi terkait agar melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan penyalah gunaan izin HGU Koperasi Unit Desa (KUD) Tumiang Raya yang diduga tidak sesuai dengan izin wilayah operasional HGU yang telah diterbitkan, dan mendesak pihak terkait untuk mengusut dugaa pelanggaran kesepakatan kerjasama antara PT SAI dengan mitra Koperasi masyarakat.
 
Ketiga, meminta Kapolres Rohul untuk memeriksa PT SAI tentang penyerapan tenaga kerja lokal, apakah sudah sesuai dengan UUD. Dan yang keempat, meminta Kapolres Rohul untuk memeriksa timbangan PT SAI karena terindikasi tidak sesuai dengan tera.  
 
Usai unjuk rasa, Ziaul selaku kordinator aksi kepada riaumandiri.co menjelaskan, pihaknya mendesak Kapolres Rohul melakukan penyelidikan dan penyidikan, karena diduga kuat, HGU milik PT SAI berada di Kecamatan Kunto Darussalam. Sementara realisasi di lapangan perkebunannya dibangun di Kecamatan Rambah Samo, itupun terindikasi masuk dalam kawasan HPT.
 
“Jadi, kami meminta Kapolres Rohul dan pihak terkait supaya mengusut kasus ini. Aksi ini kami buat dengan penuh tanggung jawab sebagai rasa peduli kami sebagai anak negeri yang rindu akan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Riau dengan harapan aspirasi ini dapat ditindak lanjuti hingga tuntas sampai ke akar-akarnya,” harap Ziaul.
            
Dalam aksinya, GANRI sempat menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten Rohul, melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul. Karena saat menyampaiakan aspirasi, tak satupun pejabat dari dinas tersebut menemui mereka. Yang terlihat di pintu masuk hanya beberapa pegawai berpakaian hitam putih.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 23 Maret 2017
 
Reporter: Agustian
Editor: Nandra F Piliang


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar