Buntut Pemecatan Zainal Abidin

Kader Segel Kantor DPW PAN Riau

Kader Segel Kantor DPW PAN Riau

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Sejumlah kader Partai Amanat Nasional Riau, menyegel dan menutup Kantor Dewan Pengurus Wilayah PAN Riau yang berada di Jalan Arifin Achmad. Aksi tersebut bentuk penolakan mereka terkait kehadiran Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, yang rencananya akan mendatangi kantor tersebut, Senin (20/2) siang.

Kader
Aksi tersebut dilakukan sejumlah kader partai berlambang matahari terbit tersebut, sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap Ketua DPW PAN Riau, Irwan Nasir, yang dinilai semena-mena.

Aksi penutupan pintu masuk Gedung DPW PAN Riau itu sudah berlangsung sejak Minggu (19/2) malam. Aksi tersebut dilakukan para kader dan pengurus DPW PAN Riau, sebagai bentuk protes terhadap Ketua Umum DPP PAN Riau yang telah mencopot Sekretaris DPW PAN Riauk, Zainal Abidin, karena dinilai tanpa prosedur organisasi.

Pencopotan tersebut diduga buntut dari perseteruan Ketua DPW PAN Riau, Irwan Nasir, dengan Zainal Abidin yang juga menjabat selaku Wakil Ketua DPRD Kota Dumai.

"Awalnya, hubungan Irwan dan Zainal baik-baik saja. Hubungan mulai memanas ketika pembentukan pengurus kabupaten/kota melalui Musyawarah Daerah," ungkap narasumber yang tak mau disebut namanya.

Kala itu, Irwan menuduh Zainal merekayasa pimpinan DPD. Sementara Zainal balik menganggap Irwan yang memaksakan orang-orangnya untuk duduk di kepemimpinan DPD tanpa memperhatikan jenjang kader. Termasuk orang dekatnya, Dewi sebagai Bendahara DPD PAN Pekanbaru.

"Irwan memaksa Zainal dipecat. Namun pengurus DPW PAN Riau tak bisa menerima. Sebab, pemecatan itu tak sesuai dengan AD/ART PAN. Pemecatan harus melalui pleno dan dibahas kesalahannya. Padahal, Zainal tidak ada melanggar aturan dan pleno tak pernah dilaksanakan," lanjutnya.

Namun, Irwan tetap bersikukuh dan menggandeng pengurus DPP PAN. Akhirnya, Zainal betul-betul dicopot. Malahan, sejumlah pengurus lain yang mempertahankannya juga turut direshuffle dari kepengurusan.

Sampai siang harinya, Kantor DPW PAN Riau masih digembok. Dua pintu masuknya dirantai, begitu juga dengan pintu masuk ruang. Di luar terpajang spanduk penolakan terhadap kepemimpinan Irwan Nasir.

"Kantor ini milik kami. Dibangun dengan gotong royong. Tak ada duit Irwan satu sen pun di sini. Seharusnya Irwan itu yang dipecat karena memecah belah partai," kata Wakil Sekretaris DPW PAN Riau, Haryandi.

Zulkifli Hasan sendiri dijadwalkan akan datang ke kantor tersebut untuk melakukan konsolidasi partai, usai mengikuti acara di Universitas Riau, sekitar pukul 13.00 WIB. Undangan via SMS pun diketahui sudah diedarkan Irwan Nasir selaku Ketua DPW PAN Riau. Mendapat pesan tersebut, kader-kader PAN Riau bergerak menggembok kantor.

"Irwan sudah enam bulan tidak berkantor di sini sejak konflik DPW PAN Riau terjadi," tegas Haryandi.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Bidang Badan Pemenangan Pemilu DPW PAN Riau, Musyaffak Asikin, menyebutkan, menurut sepengetahuannya, belum ada pergantian pengurus di tubuh DPW PAN Riau. Ia menilai seharusnya setiap pergantian pengurus dilakukan sesuai dengan AD/ART PAN.

"Kalau ada pergantian, saya belum tahu. Saya tidak pernah diundang dan setahu saya belum ada rapat pergantian. Masalah penggantian memang harus melalui rapat pleno dan rapat harian sesuai dengan AD/ART PAN," kata Musyaffak saat ditemui di Ruang Medium DPRD Riau, Senin siang.

Lebih lanjut, legislator asal Indragiri Hilir tersebut mengatakan jika memang terjadi pergantian tidak sesuai AD/ART Partai PAN, seharusnya itu didudukan kembali untuk dilakukan pergantian sesuai dengan mekanisme partai yang berlaku.

"Kalau memang itu terjadi harus didudukan kembali. Mestinya yang menjadi acuan, harapan saya, melalui AD/ART. Karena semuanya diatur dalam AD/ART," harap Musyaffak.

Dari pantauan Haluan Riau di lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB, gerbang masuk DPW PAN Riau sudah terbuka. Di sana tampak satu unit mobil terparkir. Namun tidak diketahui, siapa pemilik mobil tersebut. Begitu juga kepentingannya. (dod)