Dukung Kegiatan Dokter Muda

Pemprov Serahkan Kendaraan Operasional FK-UR

Pemprov Serahkan Kendaraan Operasional FK-UR

PEKANBARU(HR)- Untuk mendukung kegiatan operasional para dokter muda dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Riau, Pemerintah Provinsi Riau memberikan bantuan dua unit mobil operasional kepada Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Rabu (11/2).
Kendaraan ini diserahkan Plt Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, kepada Wakil Rektor 1, Thamrin, disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Riau, Dwi Agus Sumarno, Kadiskes Riau, Zainal Arifin, Kepala RSUD Arifin Ahmad dan seluruh para dokter.
Dalam kesempatan itu, Plt Gubri memaparkan, saat ini FK-UR sudah menunjukkan kemajuan dan berhasil menjadi kebanggaan Pemprov Riau dan tentunya UR. Untuk itu, Pemprov memberikan dukungan dengan membantu fasilitas untuk penunjang kegiatan belajar dan perkuliahan.
"Kita akan terus memberikan dukungan, baik dalam hal membangun fasilitas-fasilitas perkuliahan, maupun kebutuhan lainnya dalam memajukan FK UR ini," kata Andi Rachman.
Menurutnya, saat ini Riau mengedepankan kemajuan beberapa bidang, seperti pendidikan dan kesehatan, jika pendidikan maju, yang mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, maka bidang-bidang lainnya juga akan bisa ikut maju.
"Mudah-mudahan kendaraan operasional ini bisa memberi dampak positif bagi calon Ddkter muda FK UR ini, sehingga akan terus memberi semangat bagi mereka untuk berpacu menjadi yang terbaik," harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, mengatakan, kendaraan operasional diberikan untuk mendukung kegiatan para dokter muda semasa menuntut ilmu.  
Ia juga menyebut, dalam kunjungan ke FK UR itu, Plt Gubernur diajak melihat kelas-kelas tutorial yang juga merupakan bantuan dari Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan dalam hal pendanaannya.
"Jadi untuk meningkatkan SDM di Riau, pemerintah berkewajiban untuk membantu dan untuk kampus ini adalah salah satunya. Sementara untuk beasiswa tahun ini kita akan membantu sebanyak 40 mahasiswa kedokteran untuk dibantu, secara berjenjang. Program ini sudah kita lakukan sejak 2014,"tutup Dwi. (nie)