Isu PHK Massal Hantui Karyawan PT Chevron

Ketua Komisi IV Optimis Ada Solusi

Ketua Komisi IV Optimis Ada Solusi

BENGKALIS (riaumandiri.co)-Isu pemutusan hubungan kerja massal tengah melanda ribuan karyawan PT Chevron di Duri. Kabarnya, per 1 Mei mendatang seribuan tenaga security akan dirumahkan.

Menanggapi isu yang berkembang tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, H Abi Bahrun optimis akan ada upaya dari Bupati Bengkalis, Amril Mukminin guna mencarikan solusi yang terbaik. Sebab, di mata Bupati Amril, kesejahteraan masyarakat itu adalah yang utama. Beliau tidak akan tinggal diam, ketika melihat keresahan masyarakat Kecamatan Mandau dan Pinggir yang akan dirumahkan akibat efesiensi yang dilakukan PT Chevron.

"Ini sudah beliau awali dengan merespon masukan masyarakat. Pertemuan yang harusnya hanya untuk perusahaan dan pemerintah, tetapi Bupati Amril sengaja mengundang tenaga kerja dan masyarakat serta seluruh perusahaan dan khususnya CPI tanggal 7 april 2016 lalu di Duri. Saya yakin, Bupati Amril tidak akan diam saja," ujar Abi Bahrum, Sabtu (9/4).

Dulu saja, kata Kader PKS ini, sewaktu masih menjabat Anggota DPRD Bengkalis, Bupati Amril ini sering membantu masyarakat Mandau dan Pinggir untuk mendapat pekerjaan. Ia bahkan tidak segan-segan menitipkan lamaran pekerjaan masyarakatnya kepada perusahaan-perusahaan yang ia kenal.

"Beliau pasti tidak tega melihat orang susah. Beliau akan resah melihat ketika banyak warganya yang menganggur. Dulu saja, sebelum menjadi pemimpin Bengkalis, beliau selalu membantu orang yang datang kepadanya untuk minta dimasukan kerja. Kenal atau tidak kenal, beliau tetap bantu," ujar Abi menyemangati buruh-buruh yang terancam di-PHK per 1 Mei mendatang.

"Para buruh harus bersatu untuk mendapat dukungan penuh oleh Bupati Bengkalis. Selama ini,  kekayaan alam Indonesia, khususnya dari Duri sebagian besar dinikmati oleh negara-negara asing karena Indonesia belum mampu mengelola sendiri, saatnya kita masyarakat tempatan menuntut hak kita," imbuhnya lagi.

Abi yang mengaku prihatin dengan kondisi tenaga security dan keluarganya yang sudah belasan tahun mengabdi untuk Chevron. "Kalau mereka di PHK massal, tentu kondisi mereka makin menyedihkan,” kata Abi Bahrun.

Sisi lain dikatakan Abi, bilamana Chevron tetap akan melakukan PHK massal, harusnya ada solusi untuk yang terkena PHK. Solusinya antara lain, memberikan pelatihan dan pembekalan kewirausahaan kepada security agar mereka benar-benar siap alih profesi bilamana PHK massal jadi dilakukan.

Selain itu, juga perlu diberikan modal yang cukup untuk mereka yang terkena PHK. “Kalau sudah dilatih dan diberikan modal yang cukup, mereka tentu bisa berusaha untuk dirinya dan keluarganya. Sehingga situasi tetap terjaga kondusif,” tutup Abi. ***