Agam-Bukittinggi Bersatu Menangkan MK-Fauzi

Agam-Bukittinggi Bersatu Menangkan MK-Fauzi

BUKITTINGGI (HR)-Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim-Fauzi Bahar, terus terhimpun. Seperti yang terungkap dalam pertemuan silaturahmi antara Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau H Basrizal Koto, yang juga merupakan Ketua Forum Silaturahim Saudagar Minang Indonesia, dengan ratusan wali nagari se-Kabupaten Agam,

Agam-Bukittinggi
serta anggota LSM dan tokoh masyarakat Agam dan Bukittinggi. Pertemuan itu digelar di Rumah Makan Family Benteng Jalan Sudirman, Bukittinggi, Rabu (2/12).
Dalam diskusi singkat itu, para wali nagari diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan yang selama ini dialami masyarakat serta menyampaikan harapan nantinya jika pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-Fauzi) diamanahkan rakyat untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Mendapat kesempatan itu, Wali Nagari Pagadih Kecamatan Palupuah Kabupaten Agam, Darussalam, menyampaikan, jika selama ini ada empat jorong di Nagari Pagadih yang belum tersentuh aspal dan sinyal telepon seluler.

“Sebanyak ini nagari yang ada di Kabupaten Agam, hanya nagari kami yang jalannya belum diaspal. Kalau hujan, becek. Dulu pernah ada janji pemerintah untuk mengaspal jalan kami. Tapi sampai saat ini belum juga diaspal. Selain itu, daerah kami juga kesulitan mendapatkan sinyal untuk menelepon. Kalau mau menelepon, kami harus jalan kaki dua kilo, baru bisa dapat sinyal,” ujar Darussalam.

Menjawab pertanyaan tersebut, Basrizal Koto yang lebih akrab disapa Basko mengatakan, dirinya menjamin pemerintahan MK-Fauzi nantinya jika terpilih, akan melakukan banyak pembangunan di Sumbar, termasuk mengaspal jalan di Nagari Pagadih, yang menjadi keluhan warga setempat.

“Kalau menang nomor satu, dan jalan di Nagari Pagadih tidak diaspal juga, silakan telepon saya. Saya berjanji, saya sendiri yang akan membangun jalan tersebut dengan dana pribadi. Itu janji saya,” tegas Basko.

Menurut Basko, dirinya mendapat amanah dari perantau Minang di Jakarta untuk menjadi penggerak pemimpin Sumbar, dalam memenangkan pasangan MK-Fauzi. Menurutnya, selama lima tahun belakangan ini, Irwan Prayitno sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan para perantau Minang, dan tidak pernah hadir saat diundang oleh para perantau Minang di Jakarta.

Ia menilai, seorang gubernur harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan para perantau Minang, serta dengan pemerintah tingkat pusat. Jika tidak bisa berkomunikasi dengan baik, maka akan sulit melakukan pembangunan di daerah.

“Salah satu Gubernur Sumbar yang diundang tidak pernah hadir adalah Irwan Prayitno. Akhirnya tokoh Minang di Jakarta dan orang rantau di sana jadi cemas. Oleh karena itu, saya diutus untuk memenangkan pasangan MK-Fauzi di Sumbar. Tokoh rantau dan masyarakat juga menginginkan pemimpin harus diganti,” ujar Basko.

Basko mengatakan, sumber daya alam (SDA) di Sumbar sangat terbatas, tidak seperti Riau yang memiliki SDA yang banyak. Namun Sumbar, menurutnya, memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal yang bisa berbuat untuk pembangunan di Sumbar.

“Saat ini, pembangunan Sumbar berada di peringkat ke-20 di Indonesia. Dulu, zaman Azwar Anas, berada di tingkat tiga.  Bahkan saat ini, pembangunan di Sumbar untuk tingkat Sumatera berada di peringkat 8 dari 9 provinsi. Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, oleh karena itu pemimpin di Sumbar memang harus diganti,” tegas Basko.

Sementara itu, Sekjen Forum Silaturahim Saudagar Minang Indonesia, Firdaus HB mengemukakan, hubungan baik para perantau Minang dengan gubernur sangat perlu dijalin. Ia juga sangat setuju jika pemimpin Sumbar harus diganti, dan mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk ikut memenangkan pasangan MK-FB.

“Saya mendapat pesan dari Sumando Minang, Pak Jusuf Kalla, kalau Sumbar ingin maju, tidak ada pilihan, pemimpin harus berganti. Beliau juga berpesan, kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk memajukan Sumbar dengan memilih nomor satu, MK-Fauzi,” sebut Firdaus.

Firdaus juga mengatakan, sinergi akan dibangun antar seluruh perantau Minang di Indonesia, dan siap untuk turun ke lapangan membangun Sumbar dengan memilih pasangan MK-Fauzi.

Senada dengan itu, Trismon, selaku Ketua DPD Golkar Bukittinggi yang juga merupakan anggota DPRD Bukittinggi juga menyinggung masa kepemimpinan Irwan Prayitno, yang dinilai tidak banyak membawa perubahan nyata.

“Basko ini mendapat pesan dari tokoh masyarakat, dan itulah yang disampaikannya kepada masyarakat. Ini adalah harapan dari perantau Minang agar dapat mengganti pemimpin. Selama lima tahun belakangan ini, tidak ada perkembangan di Sumbar. Tapi ini akan diakomodir pimpinan baru MK dan Fauzi,” ujar Trismon.

Trismon menilai, keinginan tokoh dan perantau Minang yang menginginkan perubahan pemimpin di Sumbar perlu direspon dengan bijak. Oleh karena itu, Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen dan bekerja keras dalam memenangkan pasangan MK-Fauzi.

“Pendidikan Sumbar saat ini di atas Papua, di bawah Bengkulu. Dulu nomor delapan. Ini tidak bisa dibiarkan. Begitu juga dengan Masjid Raya di Kota Padang yang dibangun Gamawan Fauzi, tidak mau dilanjutkan oleh Irwan Prayitno. Kantor Gubernur juga sudah ada tapi tak mau berkantor di sana. Ada apa?. Tak ada pilihan lain selain harus memenangkan MK-Fauzi,” tambah Trismon.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Umum IKMR Marjoni Hendri, serta sejumlah pengusaha asal Kota Bukittinggi. (h/wan/ril/wet)