Belajar Daring, 29 Sekolah di Riau Terendam Banjir

Belajar Daring, 29 Sekolah di Riau Terendam Banjir

Riaumandiri.co -Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Pendidikan, meliburkan siswa SMA/SMK sederajat, yang sekolahnya terendam banjir. Tercatat sebanyak 29 sekolah yang tersebar di Kabupatan Kota terendam banjir, dan tidak bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Sebagai solusinya, siswa akan menjalani proses belajar mengajar dengan sistem daring.

29 gedung sekolah yang terendam banjir akibat hujan deras yang masih melanda wilayah Riau diantaranya, SMK Negeri 1 Langgam, SMK Negeri 1 Pangkalan Kuras, SMA Negeri 1 Pelalawan, SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, SLB Negeri Selat Panjang, SMA Negeri 2 Bangko Pusako, SMA Negeri 1 Rantau Kopar, SMK Negeri 1 Bangko, SMK Negeri 2 Tanah Putih, SMK Negeri 3 Tanah Putih, SMA Negeri 3 Rupat, SMK Negeri 1 Siak Kecil, SMA Negeri 2 Bonai Darussalam.

SMA Negeri 1 Kepenuhan Hulu, SMA Negeri 1 Bonai, SMA Negeri 1 Kampar Kiri, SMA Negeri 1 Kuantan Hilir Seberang, SMA Negeri 1 Gunung Toar, SMA Negeri 1 Kuala Cenaku, SMA Negeri 2 Rakit Kulim, SMA Negeri 1 Kelayang (Normal), SMA Negeri 2 Peranap, SMA Negeri 2 Rengat, SMA Negeri 1 Lubuk Batu Jaya. SMA Negeri 1 Sei Lala, SMK Negeri 1 Batang Peranap, SMK Negeri 1 Kuala Cenaku, SMA Negeri 1 Enok dan SMA Negeri 1 Teluk Belengkong.


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Tengku Fauzan, Rabu (10/1), mengatakan, 29 sekolah yang terdampak banjir tersebut memang tidak bisa lagi digunakan untuk belajar mengajar. Karena seluruh ruang kelas sudah terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Akibatnya seluruh siswa yang ada di 29 sekolah tersebut terpaksa harus diliburkan. Siswa dan guru tidak bisa melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, karena gedung sekolah mereka tersebut.

"Selain ruang kelas yang terendam banjir jalan akses menuju sekolah juga tidak bisa dilalui akibat tingginya genangan air, sehingga siswa tidak bisa melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah. Kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh UPT Dinas pendidikan di masing-masing daerah. Sudah kami instruksikan kepada seluruh kepala sekolah yang terdampak agar melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring,” ujar T Fauzan.

Dijelaskan T Fauzan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Riau. Jika kondisi air sudah surut dan ruang kelas sudah bisa digunakan, maka kegiatan belajar - mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.

"Kami akan pantau terus kondisi di lapangan, bagi sekolah yang sudah memungkinkan untuk melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah silahkan kembali ke sekolah. Saat ini kita memastikan seluruh siswa yang sekolahnya terdampak banjir, tetap melaksanakan proses belajar mengajar dilaksanakan secara online,” ungkapnya.