Anak Sering Dilarang Makan Kelapa Parut Takut Cacingan, Mitos atau Fakta?

Anak Sering Dilarang Makan Kelapa Parut Takut Cacingan, Mitos atau Fakta?

RIAUMANDIRI.CO - Banyak yang bilang makan kelapa parut bikin anak kena cacing kremi, termasuk mitos nggak sih?

Dilansir Detik.com, Pakar nutrisi anak dari RSUP Dr Soetomo dr Meta Hanindita, SpA(K) memastikan hal tersebut cuma mitos. Hanya karena bentuk cacing kremi mirip parutan kelapa, tidak berarti keduanya saling berhubungan.

"Kalau kelapa parutnya bersih, enggak masalah kok," tegas dr Meta.


Cacing kremi atau oxyuris vermicularis memang memiliki bentuk mirip parutan kelama, dengan warna yang serupa yakni putih. Koloni cacing ini banyak ditemukan di usus besar, dan seringkali keluar di sekitar dubur maupun kotoran.

Menurut dr Meta, yang terpenting dalam mencegah cacing kremi adalah memastikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Setelah main di taman atau kebun, disarankan untuk cuci tangan pakai sabun hingga bersih.

Secara umum, menurut Meta, gejala infeksi cacing bisa ringan sampai berat. Yang ringan, gejala tidak tampak khas.

"Gejala umum yang harus dikenali adalah lesu, tidak bersemangat, sering mengantuk, pucat dan kurang gizi," kata dr.Meta.

Lebih lanjut, Meta menjelaskan bahwa infeksi cacing kremi bisa menular, lho. Bagaimana penularannya? Jadi, telur cacing kremi menimbulkan rasa gatal pada anus. Kalau digaruk, telur pecah dan larva masuk ke dalam dubur.

"Selain itu, telur akan bersembunyi di jari, kuku, menempel pada pakaian/sprei/handuk sehingga bisa menulari orang lain," ungkapnya.

Waduh, ternyata bisa lewat sprei ya, Bunda. Meta mengingatkan pentingnya rutin mencuci sprei, apalagi jika Bunda punya anak-anak yang suka main di tempat outdoor.

 



Tags Kesehatan