Rocky Gerung: Pemerintahan Jokowi Tak Sampai 2024

Senin, 20 Januari 2020 - 22:18 WIB
Rocky Gerung

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA - Pengamat Politik Rocky Gerung memprediksi, Pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua tidak akan berlangsung tuntas hingga tahun 2024. Hal itu disampaikan Rocky Gerung melalui channel YouTube Rocky Gerung Official, dilansir dari Tribunnews.com, Senin (20/1/2020).

Mulanya, Rocky menyinggung soal kasus suap yang melibatkan Komisoner KPU, Wahyu Setiawan. Tak hanya itu, ia juga turut menyingung soal gagalnya penggeledahan KPK di Kantor DPP PDIP.

"Dulu ada dua institusi yang kita percaya, satu KPK, (dan) kedua KPU. Sekarang dua-duanya keropos," kata Rocky.

Menurutnya, kini tak ada hal yang perlu dipercaya dari institusi negara.

"Jadi apa lagi hal yang bisa dipercaya dari institusi negara?," tanya Rocky.

"Nah, ini yang mau saya katakan bahwa keadaan ini akan berlangsung dalam semester ini, mungkin Maret atau April."

Terkait hal itu, Rocky Gerung menyinggung adanya kegelisahan yang kini justru dirasakan kubu pemerintah.

"Jadi terlihat ada kegelisahan pada negara untuk memastikan berlanjut apa enggak pemerintahan ini," bebernya.

Tak hanya itu, ia bahkan secara terang-terangan menyebut adanya kemunduran politik di periode kepemimpinan Jokowi ini.

"Karena itu banyak orang yang menganggap bahwa ini ada proses declining, proses yang makin lama ada pembusukan politik," ucap Rocky.

"Dan sekali pembusukan itu terjadi sebaiknya jangan ditahan, biarkan saja. Karena mesti terjadi pembusukan itu," imbuh Rocky.


Lebih lanjut, dia menyinggung soal keberlangsungan pemerintahan Jokowi jilid 2 ini. Bahkan, ia dengan lantang mengungkapkan prediksinya bahwa pemerintahan Jokowi tak akan berlangsung hingga 2024.

"Kita mungkin merasa nanti ada kegiatan baru, enggak, biasa aja," kata Rocky.

"Kalau orang berpikir 'Bisa enggak presiden sampai 2024?, saya berpikir enggak nyampai tuh," tambahnya.

Para penonton malah mengaminkan ucapan Rocky itu sambil bersorak.

"Bukan saya inginkan dia enggak nyampe, tapi dia sendiri akan bikin dirinya enggak nyampe. Karena tadi ketidakmampuan mengolah public issue," sambung Rocky.

Rocky bahkan menyebut publik seakan tak memiliki harapan pada periode kedua kepemimpinan Jokowi.

Menurutnya, di periode kedua ini Jokowi sepeti tak memiliki kemampuan untuk meyakinkan publik.

"Tidak mampu mengucapkan sesuatu yang membuat orang punya harapan. Semua soal sudah diselesaikan, lalu orang bertanya, 'Apa yang bisa kita harapkan lagi pada periode kedua ini?'"

"Jadi ini semata-mata soal kemampuan, bukan dendam pada Jokowi," kata Rocky Gerung .


Pada kesempatan itu, sebelumnya Rocky Gerung menilai publik tak patut menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas bencana banjir di ibu kota.

Menurut dia, Presiden Jokowi lah yang patut disalahkan atas bencana banjir tersebut.

Mulanya, Rocky menyinggung soal aksi demonstrasi beberapa waktu lalu yang menuntut Anies Baswedan mundur dari jabatan.

"Hari ini saya baca beberapa media, isu yang ada di atas sekarang adalah soal gagalnya Gubernur Anies," ucap Rocky.

"Dan karena itu harus ada gerakan menurunkan Anies."

Menurutnya, banjir yang merendam Jakarta dan sekitarnya itu menjadi tanggung jawab Jokowi.

Ia pun mengungkit janji yang disampaikan Jokowi saat mencalonkan diri sebagai presiden.

"Loh, banjir hari ini bukan tanggung jawab Anies, tapi tanggung jawab presiden," ucap Rocky.

"Karena presiden yang menjanjikan bahwa 'Banjir Jakarta itu hilang kalau gue (Jokowi) jadi presiden," sambungnya.

Karena itulah, menurutnya aksi demonstrasi seharusnya diarahkan kepada Jokowi. Bukan justru malah 'menyerang' Anies Baswedan.

"Jadi demonya mestinya ke presiden, mestinya begitu kan jalan pikirannya. Jadi kalau konsisten pendomo Anies, demolah ke presiden."

Rocky lantas mengungkap alasan yang bisa digunakan Jokowi sebagai pembenaran. Ia pun menyinggung soal program normalisasi Sungai Ciliwung yang tak dilakukan Anies Baswedan. Anies Baswedan justru kekeh melakukan naturalisasi di bantaran Sungai Ciliwung.

"Tentu presiden punya alasan, 'Saya (Jokowi) sudah minta Anies supaya lakukan normalisasi, dia malah melakukan naturalisasi," ujarnya.

Padahal, menurut Rocky, Jokowi pun tak mengetahui apa beda normalisasi dan naturalisasi.

"Kalau kita tanya presiden 'Ngerti enggak lu apa bedanya normalisasi dan naturalisasi?'," ucap Rocky.

"Saya kira dia juga enggak paham, karena banyak hal yang dia enggak paham."


 

Editor: Rico Maridanto

Terkini

Terpopuler