Webinar Literasi Digital: Menjadi Pelajar Cerdas Digital

Senin, 16 Agustus 2021 - 22:46 WIB
Ilustrasi (istimewa)

RIAUMANDIRI.CO, INHU - Webinar literasi digital pada siang ini, Senin 16 Agustus 2021 dimulai pukul 14.00 yang dibuka oleh moderator, Rupiana. Moderator membuka acara dengan salam, tagline webinar literasi digital “Salam Literasi Indonesia Makin Cakap Digital”, dan doa bersama. Moderator menyapa para narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta webinar. Tema pada siang ini adalah “Menjadi Pelajar Cerdas DigitalModerator memersilahkan seluruh peserta webinar untuk berdoa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Acara selanjutnya, para narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta mendengarkan sambutan dari keynote speech yaitu, Samuel A. Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo dan Rezita Maylani Yopi, SE – Bupati Indragiri Hulu. Dilanjutkan dengan moderator menyapa key opinion leader, yaitu @donikoil – owner @godstrainc. 

Moderator melanjutkan dengan membacakan tata tertib selama berjalannya webinar literasi digital. Setelah moderator mempersilahkan narasumber pertama yaitu, Indra Samsie, S.Kom., M.Kom – Dosen dan Praktisi, menyampaikan meteri tentang society 5.0, Pendidikan menjadi garda terdepan

SUMMARY : cara meningkatkan kemampuan di era industry 4.0 mengubah cara belajar dari tradisional kearah digital, memetakan minat dan passion diri, konsisten untuk terus mengembangkan diri, membentuk kelompok belajar online dan offline, melakukan praktik langsung terhadap materi yang dipelajari, mengevaluasi hasil belajar dan praktik, mencari platform digital untuk media pembelajaran, melakukan studi banding perusahaan berbasis teknologi, membuat tim khusu dan menunjuk mentor khusus, membuat sebuah proyek nyata berbasis teknologi.

10 soft skill yang harus dimiliki generasi emas di era society 5.0, yaitu Complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with other, emotion intelligence, judgment and decision making, service orientation, negotiation, cognitive flexibility.

Cara berpikir ini dikenal dengan high ther thinking skill atau cara berpikir tingkat tinggi. Dengan memiliki kemmapuan HOTS, peserta didik diharapkan dapat menemukan konsep pengetahuan yang tepat dengan berbasiskan kegiatan. Dengan begitu, peserta didik didorong untuk bisa berpikir secara kritis dan kreatif. Beberapa model pembelajaran bisa dipilih dan diterapkan oleh guru kepada peserta didik untuk mengembangkan nalar kritis peserta didik misalnya seperti :

  • Inquiry learning

  • Discovery learning

  • Project based learning

  • Problem based learning

Digital skill yang harus dimiliki yaitu desai grafis, content marketing, analyst. Lulusan tidak dipersenjatai dengan keahlian yang memang dibutuhkan oleh perusahaan terutama dalam bidang keahlian digital. Ketimpangan terjadi antara kebutuhan perusahaan dan profil pencari kerja. Pilihan khusus online dan offline di bidang teknologi digital dan inovasi. Bidang ini bisa meliputi coding, media planning, digital marketing, dan lain-lain. Dengan berkembangnya teknologi digital masa sekarang, harus membekali diri dengan keahlian digital.

Materi selanjutnya disampaikan oleh narasumber kedua yaitu Dian Ikha Pramayanti, S.Pt., M.Si – Dosen dan Penulis, keamanan berinternet: tips dan pentingnya internmet sehat

SUMMARY : Internet sehat dan aman di mulai dari diri sendiri. Hati-hati dengan rekam jejak digital yang selalu akan ada di dunia digital. Berinternet aman dan sehatlah untuk menjadikan kita nyaman dan produktif di ruang digital.

Tantangan pembelajaran era digital, teknis, loss, komunikasi dan interaksi, pengaruh negative alat digital, karakter siswa. Tantangan belajar online jaringan internet lambat, harga kuota yan mahal, terbatasnya akses ke perangkat computer dan smartphone, siswa suka main-main, guru dan pelajar masih belum lihai mengaplikasikan teknologi digital, banyak gangguan di rumah dan sulit untuk berkomunikasi dan inteaktif.

Internet sehat Jika digunakan dengan benar, media sosial dan teknologi digital akan menjadi berkah bagi seluruh bangsa Indonesia, bisa memperat silaturahmi dan mempersatukan warganet dari sabang sampai Merauke. Karena itu jangan ada konten negatif di dalamnya, penuhi dengan hal hal yang beguna. Bagikan hanya informasi yang telah kita saring kebenaran dan manfaatnya.

Internet tidak sehat untuk pelajar di antaranya membuka konten jejaring sosial pada saat jam pelajaran, bermain game online sampai lupa waktu, mencari atau membuka konten yang bersifat atau berbau pornografi dan menyebarkan berita Hoax.

National Online Safety, internet aman adalah konsep penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dari kemungkinan bahaya atau risiko di dunia online. Internet safety juga bisa diartikan sebagai konsep penggunaan internet secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, tanpa membahayakan keamanan diri sendiri ataupun orang lain.

Materi selanjutnya disampaikan oleh narasumber ketiga yaitu Fitrianis, S. Pd – Kasi Peserta didik dan pembangunan karakter Kab. Indragiri Hulu, menyampaikan materi tentang menjadi pelajar cerdas digital 

SUMMARY : 3 hal yang harus disiapkan pelajar di era digital, yaitu memiliki sikap profesional agar mendapat kepercayaan orang lain, perluas pergaulan dan jaringan karena memuka kesempatan yang lebar dan asah kemampuan komunikasi karena akan mempermudah penyampaian ide dan gagasan.

Literasi digital menjadi salah satu pilar pendukung terwujudnya agenda transformasi digital. Berdasarkan Survei Literasi Digital Nasional yang mengacu pada kerangka literasi digital dari UNESCO, Indeks Literasi Digital Indonesia sendiri masih berada di tingkat sedang. pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi. dunia pendidikan menjadi sektor yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, terutama orang tua, siswa, dan guru. Mereka semua merupakan segitiga emas yang tentunya harus beradaptasi dalam kegiatan belajar mengajar secara daring.

5 tips agar anak cerdas dalam berinternet. Orang tua dan guru wajib tahu yaitu 

  1. Hati-hati dalam berbagi 

  2. Jangan mudah percaya dengan informasi palsu

  3. Amankan rahasia anda

  4. Bersikap baik itu keren

  5. Komunikasikan ketika ragu

Cara menjadi orang tua yang bijak dalam urusan teknologi, yaitu melindungi akun dan gadget, berpikir sebelum berbagi, ketahui pengaturan erbaik, hindari ancaman, dan jadilah positif. 

Etika bermedia sosial hati-hati dalam menyebarkan informasi pribadi ke publik, gunakan etika atau norma saat berinteraksi dengan siapapun si media sosial, hati-hati terhadap akun yang tidak dikenal, pastikan unggahan di akun media sosial tidak mengandung unsur SARA, manfaatkan media osial untuk membangun jaringan atau relasi, pastikan mencantumkan sumber konten yang diunggah, jangan mengunggah appaun yang belum jelas sumbernya dan manfaatkan media sosial untuk menunjang proses pengembangan diri.

Materi terakhir disampaikan oleh narasumber keempat yaitu Davitra, SE – Staff Yayasan the Riau Institute, menyampaikan materi tentang disampaikan pada webinar Gerakan nasional literasi digital 2021.

SUMMARY : aktivitas digital bisa membentuk dii kita, hati-hati ancaman terhadap masa depan dan meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan menjadi keharusan. Nilai-nilai yang membentuk digital culture bangsa indonesia budaya ketimuran, wawasan kebangsaan, pancasila, bhineka tunggal ika.

Literasi digital kecakapan teknologi, berdigitalisasi dengan penuh tanggung jawab. Digital culture yaitu gagasan yang bersumber yang dari penggunaan teknologi dan internet, membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi senagai manusia dalam lingkungan masyarakat.

Kenapa digitalisasi begitu penting? Karena kemudahan komunikasi, fleksibilitas, praktis dan efesien, menciptakan profesi baru, terjaminnya akuntabilitas, efesien anggaran.

Sektor menggunakan teknologi digital yaitu bidan komunikasi, sektor bisnis, financial teknologi, e-commerce dan bidang pendidikan.

Aspek penting dalam membangun digital culture, participan bagaimana masyarakat berpartisipasi memberikan konstribusi untuk tujuan bersama, kemudian remediation yaitu membangun merubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat, kemudian bricolage, serta bagaimana memanfaatkan hal-hal yang sudah ada sebelumnya untuk membentuk hal baru.

Daya rusak digitalisasi yaitu demoralisasi, individualistis, dan kompetisi tanpa ujung.

Setelah sesi pemaparan materi bersama para narasumber selesai, moderator beralih ke sesi tanya jawab dan diskusi antara penanya dan narasumber. Ada sepuluh penanya yang sudah terpilih dan berhak mendapatkan hadiah voucher e-money sebesar 100 ribu rupiah.

 

  1. Rifan Syahril memberikan pertanyaan kepada Indra Samsie, S.Kom., M.Kom

Q :  Bagaimana cara membangun media digital yang baik agar dapat membentuk pola pikir yang maju pada seseorang di lingkungan sekitar? Seperti yang kita ketahui, saat ini segala kegiatan didasari dengan teknologi. Namun masih banyak orang yang tidak mau menggunakan potensi ini dengan baik ?

A : pilar-pilar literasi digital masuk kepad aparkteek diri kita masing-masing, mulailah dari hal-hal sederhana dari minat kita

 

  1. Tama memberikan pertanyaan kepada Dian Ikha Pramayanti, S.Pt., M.Si

Q : bagaimana berinteraksi yang aktif dan komunikatif untuk pelaksanaan pembelajaran?

A : kita bisa berinteraksi menggunakan video, tetapi kadang-kadang video membutuhkan signal yang power full, kemudian banyak memakai kuota, namun sangat disarankan untuk pembelajaran yang aktif dan komunikatif dengan menggunakan platform yang sedang naik.

 

  1. Ahmad Bagus memberikan pertanyaan kepada Fitrianis, S. Pd

Q : bagaimana cara mengatasi masalah yang banyak belum di ketahui oleh pelajar dalam masalah era digital ? 

A : permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pelajaran yaitu dalam proses pembelajaran daring yang dapat disebabkan oleh jaringan, kemudian digital yang digunakan, kemudian daerah yang sangat sulit untuk jangkauan jaringan. Untuk mengatasinya yaitu dengan mencari dearah yang terjangkau jaringan yang baik

 

  1. Syarifah memberikan pertanyaan kepada Davitra, SE

Q : bagaimana cara memberi edukasi dan Batasan-batasan untuk anak-anak dalam perkembangan di era digital?

A : sebagai orang tua dan keluarga, batasi menggunakan smartphone, karena kalau dilakukan terus menerus pikiran tersebut dapat kearah hal yang positif. Kemudian orang tua harus membiasakan komunikasi dengan anaknya pada saat tidak mendampingi anaknya menggunakan smartphone


 

Sesi tanya jawab selesai. Moderator kembali memanggil Key Opinion Leader, yaitu @donikoil – owner @godstrainc. Menurut beliau, dizaman sekarang inis emua berkaitan dengan dunia digital, suka tidak suka dan mau tidak mau harus dapat mengikuti perubahan tersebut. Tinggal bagaimana kita sebagai pengguna yang harus cerdas menggunakan dan memanfaatkannya, tentu dengan etika dan norma yang ada. Kemudian di dunia digital jangan hanya sebagai penikmat atau konsumen saja, alangkah lebih baiknya jadilah pembuat konten yang dapat menyebarkan hal-hal positif.

Lingkungan kita selalu berubah maka kita harus dapat menyesuaikan diri serta beradaptasi. Diindustri digital kita mempunyai peran kita sendiri, tentukan apa yang kita sukai dan apa yang memotivasi kita agar terus mencari tahu dan dapat produktif di era digital ini.

Setelah berbincang-bincang dengan Key Opinion Leader selesai, moderator memberikan kesimpulan dari pemaparan materi-materi webinar sesi siang ini. Moderator mengucapkan terima kasih kepada keempat narasumber, Key Opinion Leader, dan seluruh peserta webinar pada sore ini. kemudian moderator menutup webinar ini dengan mengucapkan salam, terima kasih dan tagline Salam Literasi Indonesia Cakap Digital. 

Salam Literasi, Indonesia Makin Cakap Digital!

Editor: M Ihsan Yurin

Tags

Terkini

Terpopuler