Pendemo di DPRD Sumut Lempari Polisi, Dandim Tenangkan dengan Humanis

Senin, 27 Mei 2019 - 22:17 WIB
Dandim Kolonel Inf Yuda Rismansyah amankan demo di Gedung DPRD Sumut

RIAUMANDIRI.CO, MEDAN - Unjuk rasa yang berlangsung di gedung DPRD Sumut pada Jumat malam sempat memanas, tapi dengan kesejukan dan penuh humanis Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Yuda Rismansyah berhasil menenangkan massa.

Hal tersebut disampaikan Kapendam I/BB, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, dalam rilis tertulisnya di Medan, Sumatera Utara, Senin (27/5/2019).

Diungkapkan Kapendam, massa pedemo yang mendatangi kantor DPRD Sumut pada Jumat 24 Mei nyaris ricuh sekitar pukul 21.10 WIB.

"Ketika itu, massa aksi sempat melempari petugas Kepolisian yang berjaga dengan botol air mineral. Massa juga menarik pagar kawat duri yang terpasang di depan pintu utama gedung DPRD Sumut," ujarnya. 

Menyaksikan situasi kian memanas kata Kapendam, kemudian Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Yuda Rismansyah, dengan penuh humanis dan kooperatif berusaha membujuk dan menenangkan massa. 

“Demo saat itu mulai memanas karena massa sudah merusak kawat berduri dan melempar botol ke polisi," ujarnya.

Sementara itu, ketika awak media mengkonformasi tentang peristiwa itu, Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Yudha Rismansyah membenarkan, saat itu para pedemo sudah mulai tersulut emosi. 

"Karena itu saya berusaha menenangkan pendemo dengan cara kooperatif dan bersahabat,” katanya.

Dirinya pun bersama salah seorang perwakilan massa dan juga Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, melakukan mediasi agar massa tak bertindak anarkis.

"Upaya mediasi itu membuahkan hasil positif, sebab perwakilan massa aksi membuat kesepakatan dengan pihak Sekretariat DPRD Sumut dengan disaksikan Dandim dan Kapolrestabes," tuturnya.

Ditambahkan Yudha, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan aman sekira pukul 23.45 WIB. “Akhirnya demonstrasi tenang. Semula mereka mau menginap, tetapi akhirnya dibatalkan dan massa aksi pulang ke rumah masing-masing dengan tertib,” tutur perwira lulusan Akmil 1997 tersebut.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler