Bagaimana Peran Media Dalam Pemilu?

Selasa, 30 Januari 2018 - 20:04 WIB
Dari kiri: Pemred Riau Pos M Hapiz, Andi Susilawan (Bawaslu Riau), Ketum ISKI Riau Nurul Huda dan moderator Haspian Tehe saat Diskusi Publik yang ditaja LSISI, Selasa (30/1/2018).
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Dalam menghadapi pesta demokrasi pada Pemilihan Gubernur Riau yang diselenggarakan pada Juni 2018 mendatang, media sebagai wadah informasi bagi masyarakat diharapkan bisa memberikan informasi yang baik dan berimbang. Hal ini agar hasil akhir pemilihan gubernur tersebut bisa benar-benar mendapatkan pemimpin yang amanah dan dicintai masyarakat. 
 
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam acara Diskusi Publik yang digelar oleh Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI), Selasa (30/1/2018). Diskusi yang dilaksanakan di Kafe Bintang Lima Pekanbaru tersebut, dihadiri oleh para mahasiswa, LSM dan awak media, baik cetak maupun elektronik. 
 
Hadir sebagai narasumber pada diskusi tersebut, Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Provinsi Riau Nurul Huda, Pemimpin Redaksi Harian Riau Pos M Hapiz, dan Asisten Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Riau Andi Susilawan. 
 
Dalam pembahasan diskusi yang digelar berlangsung siang tersebut, berlangsung cukup alot, di mana para pembicara dan peserta lebih banyak saling berdiskusi mengenai posisi media massa dalam pelakasanaan pemilu. Disampaikan juga bahwa media memiliki peran yang besar dalam memberikan pemahaman yang baik tentang pemilu dan pesertanya kepada masyarakat.
 
Dikatakan M Hapiz, bahwa media layaknya bisa menjadikan proses pemilu berjalan dengan baik. Media juga, dengan pemberitaan yang berimbang dapat menghasilkan pemimpin yang baik.
 
"Media bisa mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya terhadap calon pemimpin yang tepat," kata Hapiz.
 
Sementara itu, Nurul Huda yang juga seorang akademisi mengatakan bahwa media dalam suasana pemilu tidak boleh sembrono dalam memuat berita. Awak media perlu menjaga akurasinya sehingga berita yang dibaca masyarakat jauh dari hoaks. "Harus ada prinsip check and re-check dan balance," ujarnya.
 
"Ini berkaitan juga perlu adanya pemberitaan yang fair serta menghindari SARA. Karena berita yang berkaitan dengan SARA justru akan memicu pemilu yang tidak aman," ungkapnya.
 
Sementara itu, Andi Susilawan juga mengatakan bahwa Bawaslu Riau terus mengajak masyarakat untuk bersama mengawasi pemilu. Pengawasan ini dilakukan dalam bentuk partisipatif, dimana setiap pihak punya kewajiban untuk mewujudkan pemilu yang aman. 
 
"Termasuk dengan media yang ada di Riau. Di mana kita telah menyepakati komitmen bersama mengawasi pemilu," tutup Andi.
 
Reporter:  Renny Rahayu
Editor:  Rico Mardianto
 

Editor:

Terkini

Terpopuler