Syamsuar Janji Perjuangkan TdS Masuk Kalender UCI

Sabtu, 02 Desember 2017 - 09:54 WIB
Bupati Siak H Syamsuar memberikan sambutan sekaligus menutup TdS 2017, Jumat malam (1/12/2017). (Foto: RMC/Salam)
RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Bupati Siak H Syamsuar selaku penggagas Tour de Siak (TdS) berjanji akan berjuang agar TdS bisa masuk kalender (Union Cycliste Internationale (UCI). Event sport tourism ini telah 5 kali digelar di Negeri Istana dan sudah selayaknya tahun depan para pebalap sepeda bisa berebut poin UCI pada TdS.
 
Pernyataan itu disampaikan Syamsuar saat menutup TdS 2017, Jumat malam (1/12/17) di panggung Siak Bermadah. "Sebagaimana yang direkomendasikan oleh Sekjen PB ISSI, kita akan berupaya agar tahun depan TdS sudah terdaftar di UCI," kata Syamsuar.
 
Selaku Bupati, Syamsuar mengaku TdS tetap menjadi ikon wisata Kabupaten Siak, dengan event bergengsi bertaraf internasional ini, diharapkan menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Siak.
 
Keinginan TdS bisa masuk kalender UCI juga disampaikan oleh beberapa pebalap, salah satunya Muhammad Imam Arifin, pebalap tim KFC Cycling Team. Pebalap pertama yang berhasil menembus garis finish pada Etape 3 TdS 2017 ini, mengaku telah 3 kali mengikuti Tour de Siak. Ia merasa senang, dan berharap ke depan TdS bisa masuk kalender UCI. 
 
"Harapannya bisa masuk kalender UCI, minimal to point to lah, agar pebalap semangat mengejar poin UCI," kata pebalap yang meraih juara 2 kategori Green Jersey pada Tour de Singkarak pekan lalu.
 
"Alhamdulillah, presasi saya lumayan, terakhir Tour de Singkarak kemarin, Green Jersey saya posisi ke dua. Kategori juara stage KFC megang 3 kali, saya dua kali dan teman saya sekali," jelas Muhammad Imam Arifin menceritakan prestasi yang telah diraih di beberapa event lain.
 
Menurutnya, Tour de Siak sudah layak masuk UCI. "Harapan saya TdS masuk agenda UCI, minimal to point to, sehingga kami bisa memperebutkan poin," katanya.
 
Menurut pebalap KFC ini, lintasan TdS sudah cukup bagus, memenuhi kriteria UCI. Namun soal makanan, ini perlu jadi catatan bagi panitia atau tuan rumah.
 
"Rekomendasinya soal makanan, jangan terlalu pedas, dan jangan pakai penyedap. Itu bisa membuat perut bermasalah mengganggu stamina dan tubuh lemah. Kita terpaksa membawa makanan sendiri," kata Muhamad Imam Arifin.
 
Hal senada disampaikan oleh Ketua Bidang Perwasitan PB ISSI Sondi Sampurno, TdS sudah 5 kali digelar dan layak masuk kalender UCI, agar para pebalap sepeda makin semangat karena bisa merebutkan poin. "Benar Tour de Siak sudah 5 tahun, tahun depan sudah masanya masuk to point to UCI. Kami akan mengupayakan, optimis bisa masuk kalender UCI," tegasnya.
 
Namun demikian, banyak rekomendasi yang harus diperhatikan agara event bergengsi ini bisa terdaftar di kalender UCI, terutama fasilitas penunjang. 
 
"Rekomendasinya, yang pasti hotel, radio komunikasi perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya, dan makanan. Memang semuanya unsur penunjang, yang utamanya sudah ok," kata Sondi Sampurno. ***
 
 
Reporter : Abdus Salam
Editor      : Mohd Moralis

Editor:

Terkini

Terpopuler