Ahok Kikuk Mendengar Kesaksian Habib Rizieq, Wajahnya Terlihat Tegang

Selasa, 28 Februari 2017 - 23:49 WIB
Terdakwa dugaan kasus penodaan agama Islam Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendengar kesaksian Habib Rizieq sebagai saksi ahli agama yang direkomendasikan MUI (Foto: Merdeka.com)
JAKARTA (RIAUMANDIRI.co) - Terdakwa dugaan kasus penodaan agama Islam Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak sedikit pun tersenyum saat disidang, Selasa (28/2). Bahkan wajahnya terlihat tegang, dan menatap serius kepada Habib Rizieq Shihab.
 
Apalagi saat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu mulai bersaksi di Auditorium Kementarian Pertanian, Jakarta Selatan yang digunakan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
 
Rizieq membeberkan dimana letak penistaan agama dalam pidato Ahok di kepulauan Seribu, ada beberapa poin yang menjadi catatannya. Pertama, kata-kata "jadi jangan percaya sama orang". 
 
"Itu berarti siapapun yang mengatakannya, mengajak agar jangan percaya pada surah Al Maidah 51 yang mengajak tak memilih non-muslim," jelas Habib Rizieq.
 
Kedua, kata "enggak pilih saya". Itu memperjelas pernyataan yang dilontarkan terdakwa dalam konteks Pilkada. "Itu tak ada hubungannya dengan perikanan. Itu berarti Pilkada," kata Habib Rizieq Shihab mempertegas kesaksiannya.
 
Ketiga, bebernya, kata "Dibohongi pakai Al-Maidah 51", itu menimbulkan tanya siapa yang dibohongi ? Tentu saja itu mengacu pada orang Islam yang dengar pidato tersebut.
 
"Jadi terdakwa mengatakan dibohongi surat Al-Maidah, berarti dibohongi Al Quran. Siapa membohongi umat Islam ? Yang pakai Al-Maidah 51, siapapun dia," jelasnya.
 
Keempat, papar Habib Rizieq, kata "Macam-macam itu", konotasinya bisa disampaikan kepada orang atau kepada Al Quran-nya. "'Macam-macam itu surat Al-Maidah 51' yang berarti pelecehan," tegasnya lagi.
 
Kelima, kata "takut-takuti" dalam pidato Ahok itu maksudnya takut pilih terdakwa nanti masuk neraka. "Berarti konteksnya itu Pilkada, sekaligus melecehkan muslim yang memilih nonmuslim sebagai pemimpinnya. Bukan saja menyampaikan warga Pulau Seribu dibohongi Al-Maidah 51, tapi juga dibodohi (Al-Maidah 51). Ini semakin mempertegas penodaan yang dilakukan terdakwa." katanya.
 
"Kalau terdakwa menyampaikan tanpa menyebutkan siapa orangnya, berarti ini mencakup semua. Bukan hanya penodaan Alquran tapi juga penghinaan pada Rasulullah SAW, nabi, para sahabat, dan seluruh umat muslim," ungkapnya menegaskan.
 
Beliau menegaskan, siapapun itu, kalau sudah mengubah-ubah ajaran agama Islam atau menghina prinsip dalam agama Islam, sudah masuk dalam kategori penodaan agama. Lebih jauh, Habib Rizieq juga membeberkan arti kata Auliya.
 
Auliya, tambah Habib Rizieq, merupakan bentuk plural atau jamak yang berasal dari kata wali yang bermakna teman setia, orang kepercayaan, pelindung, dan ada Aulia yang bermakna penolong serta pemimpin. Sehingga dalam kitab tafsir kelima makna tadi kita jumpai.
 
"Para ahli tafsir klasik sepakat, ayat tersebut (ayat surah Al Maidah) sah dijadikan dalil haramnya memimlih pemimpin kafir bagi umat Islam. Mereka boleh berbeda dalam tafsir auliya, tetapi tidak dalam hukumnya. Kenapa? Karena kalau jadi teman setia atau kepercayaan saja tidak boleh, apalagi jadi pemimpin," tegasnya, yang membikin Ahok dan tim pengacaranya semakin terdiam kaku.
 
Seperti diketahui, Habib Rizieq menjadi saksi ahli agama yang direkomendasikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bersaksi pada sidang kasus penodaan agama hari ini.
 
Selain tak ada senyum, Ahok terlihat lebih banyak memperhatikan Rizieq dan kesaksiannya dengan raut muka yang serius. Sesekali dia mengangkat kepalanya dan bertopang dagu.
 
Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga terlihat sesekali mengobrol dengan tim kuasa hukumnya seperti Humphrey Djemat dan Fifi Leyti Indra yang berada di sebelah kanan dan kirinya.
 
Raut mukanya semakin serius dan matanya menatap tajam ketika Habib Rizieq menyatakan dugaan penodaan agama yang dilakukan Ahok merupakan tindakan yang terencana dan disengaja.
 
Begitu juga saat Habib Rizieq menjelaskan hukum Islam mengenai hukuman bagi orang-orang yang melakukan penodaan agama. Mulai dari taubat hingga hukuman mati.
 
Tatapan Ahok tak lepas menatap ke arah Habib Rizieq. Sementara Habib Rizieq terlihat lebih banyak menatap ke arah majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU). Habib Rizieq terlihat jarang melihat ke arah Ahok dan penasehat hukumnya.
 
Hal itu terjadi hingga dia selesai memberi keterangan atau sekira pukul 11.30 WIB. Ahok masih terlihat serius melihat Habib Rizieq sambil sesekali melihat jam dinding yang tertempel di bagian atas ruangan. Sementara Habib Rizieq hanya menyalami majelis hakim dan anggota JPU.
 
Nandra F Piliang

Editor:

Terkini

Terpopuler