Datangi Rusun Polres Rohul, Belasan Wartawan dan LSM Temui Listrik Tanpa Kwh

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:03 WIB
Belasan wartawan dan LSM minta keterangan soal pasokan listrik ke Rusun Polres Rohul (Foto: RMC/Agustian)
PASIR PENGARAIAN (RIAUMANDIRI.co) - Belasan wartawan dan LSM mendatangi rumah susun (Rusun) Polres Rokan Hulu, Kamis (23/2). Kedatangan para kontrol sosial ini untuk melihat dan menyaksikan secara langsung pengerjaan Rusun Polri yang dikerjakan PT Paesa Pasindo Engineering tahun anggaran 2016.
 
Wartawan dan LSM heran, karena proyek yang dianggarkan melalui dana APBN tahun 2016 sebesar Rp11,44 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (KEMENPUPERA) ini ternyata belum selesai dan masih dikerjakan oleh Kontraktor, meski sudah memasuki bulan kedua di 2017.
 
Namun uniknya, setibanya di Rusun Polri yang berada di Dusun Sungai Deras, Kecamatan Rambah itu, belasan wartawan dan LSM yang saat itu hendak mengkonfirmasi persentase proyek, langsung mengubah sasaran ketika menyaksikan seuntai tali kabel listrik yang menempel ke dinding Rusun Polri tanpa kwh.
 
“Itu, itu kabel listrik. Tapi kwh-nya tidak ada. Bagaimana mungkin kabel listrik disalurkan tanpa kwh. Ini perlu dipertanyakan kepada PLN Rayon Pasir Pengaraian,” teriak Lisman, salah seorang LSM yang saat itu diabadikan langsung oleh sejumlah wartawan dari beberapa media.
 
Untuk memastikan legalisasi kabel listrik saat itu, LSM yang bergabung dengan wartawan dari beberapa media cetak dan televisi langsung mendatangi kantor PLN Rayon Pasir Pengaraian, dan bertemu langsung dengan David, selaku Kepala PLN Rayon Pasir Pengaraian.
 
Sesuai keterangan yang disampaikan David, mengakui pihaknya pernah menerima laporan pengajuan permohonan kwh untuk Rusun Polri, tapi hingga saat ini belum direalisasikan karena masih dalam tahap proses. Namun demikian, dirinya juga tidak bisa menyimpulkan kalau aliran listrik tersebut dicuri atau tidak.
 
“terimakasih laporannya, nanti saya tindak lanjuti dengan melakukan kroscek kelapangan. Karena setahu saya, surat permohonan yang diajukan kontraktor yang mengerjakan rusun sampai saat ini masih diproses,”terang David.
 
Tidak perlu menunggu lama, petugas PLN langsung turun kelapangan untuk meninjau listrik tanpa kwh di Rusun tersebut yang langsung dibuntuti LSM dan wartawan. Dari keterangan yang disampaikan Suhenda yang mengaku bagian logistik PT Paesa Pasindo Engineering kepada petugas PLN Rayon Pasir Pengaraian, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan penerangan sementara untuk proyek dengan daya 6.600.
 
“Kalau tidak salah, permintaan penerangan listrik diajukan pada bulan 8 (agustus 2016) dengan sistim pembayaran dilakukan setiap bulannya senilai Rp8.211,497,” kilah Suhenda.
 
Menyikapi hal itu, rombongan wartawan dan LSM merasa kecewa karena dan meminta kepada PLN agar setiap program yang dicanangkan perlu disosialisasikan kepada masyarakat, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Karena permohonan penerangan listrik seperti ini belum diketahui semua kalangan masyarakat.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 24 Februari 2017
 
Reporter: Agustian
Editor: Nandra F Piliang

Editor:

Terkini

Terpopuler