Maybank Terbitkan Reksa Dana Saham Berbasis Efek Syariah

Jumat, 05 Agustus 2016 - 12:26 WIB

JAKARTA (riaumandiri.co)-PT Maybank Asset Management (AM) berkeinginan untuk menjadi pasar utama dalam pengelolaan reksa dana syariah di Indonesia. Dengan sejumlah produk yang disajikan, Maybank berkeyakinan mampu menampung aset finasial syariah yang berputar di Indonesia. Untuk menggalang dana ini Maybank Asset Mangement berencana me luncurkan produk baru berbasis Syariah yaitu reksa dana saham yang berbasis efek syariah luar negeri, Maybank Asiapac Syariah Equity USD.


CEO Maybank Asset Management Denny R Thaher menjelaskan, reksa dana syariah dinilai akan berpotensi besar untuk semakin melejit, dilihat dari kekayaan negara-negara dengan populasi Muslim yang besar, termasuk Indonesia, tumbuh lebih cepat daripada kekayaan global. Selain itu dana kelolaan syariah tercatat lebih besar daripada global. Industri reksa dana syariah mempunyai kemungkinan yang sangat besar untuk tumbuh berkelanjutan seiring dengan adanya permintaan atas layanan keuangan syariah.


"Dengan berinvestasi melalui produk tersebut, diharapkan para investor berkesempatan memiliki potensi kinerja yang menarik sebagai diversifikasi investasi terhadap saham syariah dalam negeri.” kata Denny melalui siaran pers, Kamis (4/8).


Denny mengatakan, latar belakang pembentukan Reksa Dana Syariah Maybank Asiapac Syariah Equity  USD dibentuk yakni untuk memberikan kemudahan akses dan diversifikasi investasi syariah di kawasan regional Asia Pasifik bagi investor. Tujuannya, agar investor bisa berinvestasi pada efek syariah luar negeri tanpa perlu membuka rekening individu di luar negeri.


"Kami berharap Reksa Dana Syariah Maybank Asiapac Syariah Equity  USD dapat menjadi pilihan diversifikasi investasi di tahun 2016  dan untuk meningkatkan pertumbuhan Industri Reksa Dana syariah di Indonesia saat ini,” ujar Denny.


Menurut dia, Maybank Asset Management saat ini menduduki peringkat noomor 7 dari 10 besar manajer investasi dengan dana kelolaan syariah terbanyak di Indonesia, yakni sebesar Rp 663 miliar per akhir Juli 2016.(rep/mel)

Editor:

Terkini

Terpopuler