Datangi TKWL Terkait Jalan Rusak

Selasa, 09 Juni 2015 - 13:31 WIB
Ketua Komisi III Masri didampingi dua anggotanya di lokasi jalan TKWL yang rusak, Senin (8/6).

SIAK (HR) - Terkait sudah beroperasinya Pabrik Kelapa Sawit milik PT Teguh Karsa Wana Lestari yang sahamnya sudah beralih ke PT Asian Agri, Komisi III datangi perusahaan tersebut guna minta pertanggung jawabannya.

"Kita sudah membicarakan hal ini dengan pihak TKWL beberapa waktu lalu, dan mereka berjanji akan membangun kembali jalan yang rusak akibat kegiatan mereka. Namun kenyataannya, setelah kami tinjau langsung ke lokasi belum dibangun juga jalan tersebut," kata Ketua Komisi III Masri, Senin (8/6), usai meninjau jalan yang rusak. Masri menegaskan, jalan gtersebut dibangun oleh pemerintah dengn biaya yang cukup besar. Untuk itu, Komisi III mengimbau kepada pihak TKWL untuk membangun jalan itu seperti semula.

"Dulu jalan ini sudah beraspal, dan sekarang sudah hancur semua. Dana yang dikeluarkan perintah milyaran rupiah untuk membangun jalan ini. Apalagi ini merupakan satu-satunya akses jalan yang sering dilalui masyarakat. Oleh sebab itu, Komisi III berharap kepada pihak TKWL bertanggung jawab penuh tentang jalan yang rusak akibat kegiatannya," tegasnya.

Menurut Yasin, Penghulu Kampung Jayapura kecewa dengan apa yang dijanjikan pihak TKWL. "Ah, nggak jelas TKWL ini. Katanya setelah beroperasi jalan akan dibangun, nyatanya belum juga dibangun. Kasian warga yang melintasi jalan itu harus berperang dengan debu,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan melalui Kabid Bin Marganya Ardi Irfandi menjawab, sudah ada kesepakatan yang dibuat oleh pemerintah dengan pihak TKWL. "Sudah kita bicarakan dengan pihak TKWL, secara draft mereka fix, namun belum ditandatangani kesepakatan tersebut. Rencananya pembangunan akan dilakukan dua tahap," jelasnya.

Sementara itu Aldi Siregar, Humas TKWL, mengatakan mereka sudah sepakat dengan Pemerintah Daerah Siak. Tinggal menunggu kesiapan dari pihak Bina Marga. "Kita sudah ada kesepakatan dengan pihak pemerintah daerah, tergantung Bina Marganya kapan mau dimulai pembangunannya. Namun, kami juga masih akan melakukan pertemuan dengan DPRD terlebih dahulu," pungkasnya.(gin)

Editor:

Terkini

Terpopuler