Pemkab Prioritaskan Pendidikan Berbasis Agama Islam

Senin, 04 Mei 2015 - 11:42 WIB
Pemerintah Kabupaten Siak memberikan kenang-kenangan kepada anggota DPD RI asal Riau, Abdul Gaffar Usman, Minggu (3/5).

SIAK (HR)- Pemerintah Kabupaten Siak memprioritaskan pendidikan berbasis agama Islam.


Hal itu disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Jamaludin saat menerima kunjungan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Riau, Abdul Gaffar Usman di aula Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Susha Siak, Minggu (3/5).

Rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dan anggota DPD RI, Abul Gaffar Usman disambut Kepala STAI, Ketua Yayasan STAI para dosen dan ratusan mahasiswa STAI Susha Siak.

Asisten III Siak Jamaludin mengatakan, sesuai dengan visi dan misi sebagai daerah yang berbasis agamis, Pemkab Siak akan mengedepankan pendidikan yang berbasis agama Islam. "Pemkab Siak mendudukung keberadaan satu-satunya sekolah tinggi di Siak dengan memberikan bantuan walaupun dengan nilainya tak besar," terang Jamaludin.

Pendidikan agama sangatlah penting, karena merupakan pondasi yang paling utama dalam mengahadapi kemajuan ke depan. "Pemkab Siak selalu mendukung keberadaan STAI," ujarnya.

Sementara itu Ketua STAI Susha Siak, Conaidi mengatakan, STAI Susha Siak menempati 10 besar dari 33 STAI di seluruh Provinsi Riau. Kunjungan kerja (Kunker) dari anggota DPD RI, Abdul Gaffar Usman diharapkan dapat meningkatkan kemajuan STAI di masa yang akan datang.

"Semoga apa yang kita inginkan untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam bisa tercapai. Tentunya STAI Susha Siak semakin maju dan tetap gemilang di masa yang akan datang," ujarnya.
Acara kunker ini disertai dengan sesi dialog dengan beberpa mahasiswa dan mahasiswi. Abdul Gaffar Usman memberikan  motivasi kepada mahasiswa STAI Susha agar percaya diri dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Selain itu ditambahkan anggota DPD RI itu, untuk menjadi seseorang yang besar harus memiliki wawasan dan pengalaman, karena sekolah tak menentukan, namun sekolah hanya membentuk kepribadian. "Kalau kita ingin menjadi besar kita harus memulai dari sekarang, tidak ada yang mustahil kalau kita terus berusaha dan berdoa," pungkasnya.(adv/hms)

Editor:

Terkini

Terpopuler