Zukri: Budidaya Madu Lebah Akasia Dapat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Zukri: Budidaya Madu Lebah Akasia Dapat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

RIAUMANDIRI.CO, Pangkalan Kerinci - Madu lebah diketahui sangat bagus untuk membantu mengatasi permasalahan pernafasan terutama di saat pendemi Covid19 yang lagi merajalela sekarang ini.

Bukan hanya untuk permasalahan pernafasan, madu lebah juga memberikan manfaat yang sangat baik karena dalam kandungannya kaya akan asam fenolik dan flavonoid yang merupakan sumber anti oksidan alami dan bebas dari lemak dan kolesterol.

Selain itu, madu lebah ini juga mampu mencegah peradangan terutama pada saluran napas sehingga melegakan tenggorokan.


Namun madu lebah bagi warga masyarakat Kabupaten Pelalawan saat ini sudah sulit didapatkan menyusul pohon sialang yang menjadi tempat bersarang lebah perlahan mulai sirna dan tergantikan dengan pohon sawit dan akasia. Imbasnya madu lebah dari pohon sialang sulit didapatkan. kalau pun ada madu lebah tersebut tidak lagi seperti dulu yang kental dan manis.

Padahal dahulunya pohon sialang tersebut betul-betul dijaga oleh masyarakat adat Pelalawan lantaran memiliki nilai ekonomis karena menjadi sarang bagi lebah liar penghasil madu.

Melihat keadaan itu dan sekaligus adanya potensi Kabupaten Pelalawan yang banyak ditanami pohon akasia serta menyikapi permintaan madu yang semakin besar, membuat beberapa orang yang tergabung dalam kelompok peternak lebah Raja Madu Sejahtera di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan membuat usaha penangkaran budidaya lebah Apis Melifera.

Usaha penangkaran yang baru berusia tiga bulan dan berada di kawasan HTI PT RAPP hasilnya cukup bagus, karena bunga buah tanaman akasia yang ditanam di kawasan tersebut sangat kaya akan nektar yang menjadi makanan lebah.

Mendengar adanya penangkaran budidaya madu lebah yang dilakukan warga masyarakat yang tergabung dalam kelompok peternak lebah Raja Madu Sejahtera di Desa Lalang Kabung, Bupati Kabupaten Pelalawan H Zukri Misran langsung mengunjunginya.

"Saya sangat mengapresiasi dan berjanji akan mengembangkan penangkaran budidaya lebah di Kabupaten Pelalawan sehingga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi kepada warga masyarakat," ujarnya saat mengunjungi pusat penangkaran dan budidaya lebah akasia di Lalang Kabung, beberapa waktu yang lalu.

Masih kata Ia lagi, penangkaran budidaya lebah akasia ini dicoba diterapkan di daerah lain karena merupakan salah satu potensi ekonomi daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau memang di Desa Lalang Kabung berhasil, tentunya daerah lain juga punya potensi untuk mengembangkan karena lahan akasia yang menjadi penghasil sari bunga nektar bagi madu tersebut cukup luas," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga mantan Wakil Ketua DPRD Riau ini sangat terkejut dengan hasil panen yang didapat para peternak lebah tersebut yang mencapai ratusan liter jumlahnya.

"Hasil panen madunya cukup banyak dan ini punya potensi untuk dikembangkan. Tinggal cari pangsa pasarnya," kata Ia lagi.

Menurut Zukri, jika semua pihak fokus, serius dan mau bekerja keras program budidaya madu ini akan menjadi usaha primadona bagi masyarakat nantinya. Nilai ekonominya begitu menjanjikan. Dengan demikian keinginan masyarakat untuk memperluas kebun sawitnya akan dapat dilawan melalui usaha budidaya madu ini.

"Perlu belajar lebih mendalam lagi secara langsung pada pelaku penangkaran budidaya lebah madu yang telah berhasil, agar nanti dapat sukses sebagai petani madu lebah," terangnya.

Disisi lain, budidaya madu ini juga dapat menghidupkan dan melestarikan kebudayaan asli masyarakat adat. Banyak hal yang akan bisa digali dan dijual terkait keunikan dari lebah madu ini seperti cara memanen, mengolah dan membudidayakan itu sendiri.

"Semua itu akan jadi nilai jual baik madu maupun untuk kegiatan edukatif ekowisata dan ini akan meningkatkan taraf hidup warga masyarakat sekitar peternak lebah," jelasnya.

Manager SHR PT RAPP, H Mabrur AR dalam kesempatan itu menyampaikan pihaknya akan mengembangkan usaha penangkaran budidaya lebah di dalam kawasan HTI PT RAPP sebagai solusi penguatan ekonomi masyarakat.

"Nanti akan coba kembangkan dengan membuat kelompok tani lainnya sebagai binaan PT RAPP sebagaimana yang telah kita lakukan saat ini terhadap kelompok tani Raja Madu Sejahtera," terangnya.

Lebih lanjut Mabrur menyebutkan PT RAPP tidak akan henti-hentinya menunjukkan kepedulian kepada masyarakat utamanya soal peningkatan kesejahteraan. Oleh karenanya, melalui budidaya madu ini pihaknya berkeyakinan penuh mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Luasnya kawasan HTI tentu dapat juga menjadi penghasil hasil hutan non kayu seperti madu lebah yang tentunya menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk berusaha dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Mabrur mengakhiri.(adv)


Tags Pelalawan