Ilog di Cagar Biosfer Terus Berlangsung

Ilog di Cagar Biosfer Terus Berlangsung

BUNGARAYA (riaumandiri.co)-Aktivitas  illegal logging (ilog) di Kampung Tuah Indrapura diduga makin merajalela. Hal itu dibuktikan, banyaknya tumpukan kayu olahan di setiap rumah sang toke atau bos Ilog.

Seperti dikatakan Bu, salah satu toke kayu (Bos) atau pengusaha kayu di Kampung Tuah Indrapura RT 02 RW 05, Kecamatan Bungaraya Siak kepada wartawan kemarin. Dia  mengakui bahwa kayu olahan miliknya berasal dari kawasan Hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.

"Memang benar, anggota saya mengolah kayu di lahan Cagar Biosfer. Namun, yang mengerjakannya masyarakat tempatan bang," ungkapnya.

 Lebih lanjut Bu juga mengatakan, usaha yang ia lakukan hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
"Kalau gak usaha seperti ini, kami mau usaha apa lagi bang, hanya cukup untuk makan kok, gak lebih dari itu," imbuhnya.

Terpisah, Ariadi warga Bungaraya mengatakan, kayu-kayu yang diolah dari kawasan cagar biofer itu tidak sedikit, namun setiap minggu bisa mencapai puluhan kubik.

"Kalau hanya untuk mencari makan, tidak harus merusak hutan seperti itu, apa lagi sampai berkubik-kubik untuk dijual ke tempat orang lain. Itu namanya sudah bisnis dan merusak hutan, jangan masyarakat yang dijadikan alasan," ungkapnya.

 Pantauan Haluan Riau di lapangan, Jumat (8/4), banyak sekali tumpukan kayu yang disusun di depan rumah para toke, khususnya di Paket D4. Bukan saja Bu yang menjadi toke kayu, tapi juga ada si Uj  dan yang lainnya.

 Sementara itu Teten Efendi selaku Kepala Dinas Kehutanan Melalui Syafrizal Kasi Pengawasan Hutan dan Lahan menjelaskan, pihaknya selama ini sudah memperingatkan para oknum masyarakat yang mengolah kayu di kawasan warisan dunia itu.

"Kita sudah memperingatkan mereka agar tidak mengolah kayu di kawasan Cagar Biosfer. Kalau memang ada yang melakukannya disertai barang bukti akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," pungkas Syafrizal dengan tegas.***