Musim Hujan

Warga Diminta Waspada DBD

Warga Diminta Waspada DBD

Dumai (HR)- Warga Kota Dumai dimintamelakukan tindakan pencegahan terjangkitnya penyakit demam berdarah dengeu  pasca musim hujan datang. Sebab, penyakit demam berdarah sangat berbahaya dan bisa berujung kematian, bila terlambat ditangani.

Menurut Pj Walikota Dumai Arlizman Agus melalui Kadis Kesehatan Paisal, berbagai tindakan harus dilakukan warga agar terhindar dari penyakit demam berdarah. Diantaranya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan rumah yang bisa menjadi tempat bersarang dan berkembang biaknya nyamuk aides aegyfti.

"Genangan-genangan air merupakan tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. Pakaian-pakain yang bergantungan di rumah juga mejadi sarang nyamuk," ujarnya, akhir pekan lalu.

Dikatakan Kadis, memasuki musim penghujan, masyarakat harus berhati-hati terhadap serangan nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor DBD.

Masyarakat harus rajin membersihkan lingkungan dan lebih jeli melihat lokasi yang bisa dijadikan sarang nyamuk. Ia mengatakan, faktor utama penyebab demam berdarah adalah nyamuk Aedes Aegypti.

"Masyarakat harus rajin membersihkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk mencegah demam berdarah, seperti genangan air di kaleng atau wadah-wadah yang terbuka," katanya.

Selain itu, Kadis mengimbau masyarakat harus tahu gejala demam berdarah agar segera bisa ditangani. Sebab demam berdarah merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian bagi si penderita.
Ia menjelaskan gejala awal seseorang terkena demam berdarah. Pertama tubuh si penderita akan terasa lemah dan letih disertai pusing. Kemudian terjadi demam yang terus meningkat disertai mual dan sakit kepala.

Dihari kelima atau ketujuh, biasanya baru muncul bintik-bintik merah pada tubuh si penderita. Tapi bintik merah tersebut bisa tidak muncul dalam beberapa kasus tertentu.

Saat gejala demam berdarah terjadi, ia menyarankan agar si penderita diberi minum air putih yang banyak. Ia menjelaskan, pengobatan demam berdarah di Rumah Sakit juga hanya dengan infus dan obat penurun demam. Hal tersebut dilakukan karena pederita demam berdarah sebenarnya kekurangan cairan dan menurunnya trombosit dalam tubuh.

Menurutnya, biasanya pengobatan demam berdarah berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Tapi hal yang paling ditakutkan saat terkena penyakit demam berdarah, ketika si pendertia shock akibat pendarahan.

Paisal menegaskan, banyak sekali terjadi kasus penderita demam berdarah gagal nafas akibat shock saat terjadi pendarahan. Ketika mencapai tahap tersebut, biasanya diberikn cairan infus pun sudah tidak mempan.

"Oleh sebab itu masyarakat harus mengetahui gejala demam berdarah sejak dini agar bisa segera diobati," ingatnya.(zul)